MARKET DATA

Neraca Dagang RI Defisit US$450 Juta di Juni, Minyak Jadi Beban

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
03 August 2026 11:53
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono saat menyampaikan rilis BPS pada Senin (3/7/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto Serin)
Foto: Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono saat menyampaikan rilis BPS pada Senin (3/7/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto Serin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 defisit sebesar US$ 450 juta. Defisit Juni 2026 terutama disebabkan pada komoditas migas yaitu US$ 3,49 miliar dengan komoditas utama penyumbang defisit migas, terutama hasil minyak dan minyak mentah.

"Pada saat yang sama neraca perdagangan, nonmigas surplus US$ 3,04 miliar dengan komoditas surplus lemak dan minyak hewani dan nabati, bahan bakar mineral, dan besi dan baja," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono, dalam rilis BPS, Senin (3/8/2026).

Sejalan dengan ini, BPS mencatat neraca perdagangan kumulatif Januari-Juni 2026 masih mengalami surplus sebesar US$ 3,58 miliar. Surplus Januari-Juni 2026 terutama ditopang pada komoditas nonmigas yaitu US$ 19,35 miliar. Sementara itu, migas defisit US$ 15,77 miliar.

Adapun, neraca perdagangan RI masih mencatatkan surplus dengan Amerika Serikat (AS) US$ 8,55 miliar, India US$ 6,68 miliar, Filipina US$ 4,24 miliar.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking News! Neraca Perdagangan RI Defisit US$450 Juta di Juni 2026


Most Popular
Features