Video: Kemenkes Kembangkan Robotik - AI Yang Bisa Deteksi Kanker Paru
Jakarta, CNBC Indonesia- Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono memastikan upaya pemerintah dalam meningkatkan edukasi masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan di pusat layanan Kesehatan masyarakat.
Dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, Kemenkes memaksimalkan peran Pos Layanan Terpadu (Posyandu) dalam memeriksa kehamilan setidaknya 6 kali selama kehamilan untuk menghindari dan mengatasi risiko kelainan pada ibu dan janin. Kemenkes juga tengah menggodok masalah pembiayaan layanan Kesehatan gratis dan upaya peningkatan kesejahteraan tenaga Kesehatan agar dapat menunjang layanan Kesehatan.
Terkait pengembangan teknologi Kesehatan yang mengacu pada investasi pengobatan system teknologi terkait robotik dalam proses operasi guna menekan angka kematian. Kemudian Kemenkes juga berinvestasi terkait penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu diagnosis dini misal rontgen untuk mendeteksi kanker paru.
Kemenkes juga memanfaatkan kemajuan biotechnology dalam proses pengobatan yang didukung peningkatan kualitas tenaga Kesehatan yang lebih baik. Namun diperlukan edukasi dan penyebaran informasi yang lebih massif terhadap kemampuan teknologi Kesehatan RI dalam menangani sektor Kesehatan.
Kemenkes juga mendorong transformasi Kesehatan terkait mendorong kemandirian Kesehatan melalui peningkatan kemampuan produksi bahan baku obat, bahan baku alkes dan produksi alkes bisa dilaksanakan di dalam negeri. Hal ini diperlukan untuk menghindari kejadian covid-19 agar RI tidak tergantung dengan negara lain.
Selain itu Kemenkes juga mendorong program Seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
Seperti apa apa Langkah Kemenkes meningkatkan kualitas SDM RI dan layanan teknologi Kesehatan RI? Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono dalam Profit, CNBC Indonesia (Senin, 31/08/2026)