MARKET DATA

BGN Prioritaskan Daerah 3T, 2.700 Dapur MBG Segera Dibuka September

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
28 August 2026 13:50
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat ditemui di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat ditemui di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mempercepat perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Mulai September 2026, pemerintah berencana mengaktifkan ribuan dapur MBG secara bertahap dengan prioritas daerah yang selama ini belum terjangkau program tersebut.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan saat ini terdapat sekitar 2.700 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah siap beroperasi. Dapur-dapur tersebut akan menjadi gelombang awal ekspansi MBG ke wilayah 3T, pondok pesantren, hingga daerah-daerah di luar Jawa yang masih membutuhkan layanan program.

"Kami berharap di September ini kami akan mulai membuka dapur-dapur di wilayah 3T. Ada 2.700 yang sudah siap, kemudian secara bertahap akan kami buka, termasuk di daerah-daerah yang memang banyak membutuhkan," kata Sudaryono usai bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (28/8/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas cakupan MBG ke wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses layanan dan infrastruktur. Menurut Sudaryono, daerah 3T menjadi prioritas utama, namun ekspansi juga akan menyasar pesantren serta kawasan di luar Jawa yang kebutuhan layanan gizinya masih tinggi.

Saat ini, terdapat sekitar 13.000 dapur yang masih berada dalam antrean aktivasi. Namun, BGN memastikan tidak seluruh dapur tersebut akan langsung dioperasikan. Pemerintah melakukan verifikasi dan penyisiran untuk memastikan hanya dapur yang benar-benar siap yang akan diaktifkan.

"Dari 13.000 yang antre itu kami sisir. Tidak semuanya langsung dibuka. Ada yang masih berupa titik lokasi dan belum siap, itu kami exclude. Yang sudah siap akan kami aktivasi sesuai kebutuhan wilayah masing-masing," ujarnya.

Sudaryono menegaskan ekspansi MBG ini tidak akan membebani anggaran negara pada tahun ini. BGN tidak akan meminta anggaran tambahan. Menurutnya, pagu anggaran yang tersedia pada 2026 masih cukup untuk mendukung pembukaan dapur baru secara bertahap.

"Insyaallah tidak perlu penambahan anggaran. Anggaran yang sekarang di 2026 ini bisa kami maksimalkan sehingga kebutuhan MBG bagi wilayah-wilayah dan sekolah-sekolah yang belum terlayani bisa terpenuhi," kata dia.

Dengan pembukaan ribuan dapur baru tersebut, pemerintah berharap cakupan Program Makan Bergizi Gratis semakin merata dan mampu menjangkau kelompok sasaran di daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh, terutama di kawasan 3T yang menjadi fokus pemerataan layanan gizi nasional.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kepala BGN Pastikan Anggaran MBG 2027 Tembus Rp240 T


Most Popular
Features