MARKET DATA

PLTS 100 GW RI Ini Bisa Tekan Emisi 140 Juta Ton Karbon Dioksida

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
26 August 2026 10:35
Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Kab. Jembrana, 25 Agustus 2026. (Tangkapan Layar Youtube)
Foto: Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Kab. Jembrana, 25 Agustus 2026. (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah RI meresmikan program pembangunan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 100 Giga Watt peak (GWp). Dengan adanya proyek ini, emisi karbon ditaksir turun 140 juta ton CO2 per tahunnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memproyeksikan penurunan sumbangan emisi karbon dari proyek jumbo itu setara dengan nilai ekonomi karbon hingga Rp 6,31 triliun.

"Selain daripada itu Bapak Presiden kalau ini mampu kita implementasikan semuanya penurunan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar 6,31 triliun rupiah," jelasnya dalam laporannya, dalam peresmian program PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, dikutip Rabu (26/8/2026).

Proyek tersebut membutuhkan total investasi mencapai Rp 1.140 triliun dan diproyeksikan memberikan efisiensi subsidi energi negara hingga Rp 73,9 triliun setiap tahunnya. Bahlil menyebut pemanfaatan energi surya itu akan memberikan nilai tambah bagi rakyat karena menggunakan teknologi dan tenaga kerja dalam negeri.

"Jika mataharinya matahari Indonesia, panel suryanya dibuat oleh jerih payah rakyat Indonesia dan baterai listriknya dihasilkan dari keringat tenaga kerja Indonesia maka energi surya ini adalah energi Indonesia, energi Ibu Pertiwi," katanya.

Sebagai tahap awal, pemerintah melakukan groundbreaking untuk kapasitas 5,3 GW, di mana wilayah Bali mendapatkan porsi 1.000 Megawatt (1 GW) yang dilengkapi dengan sistem baterai. Pembangunan di Bali memanfaatkan tanah negara guna mempercepat eksekusi agar segera terjadi pengalihan dari penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

"Dan untuk di hari yang kita laksanakan ini adalah kita groundbreaking 5,3 Gigawatt dan untuk di Bali adalah 1.000 Megawatt tambah plus baterai," tambahnya.

Nantinya, listrik yang dihasilkan dari PLTS tersebut berada pada kisaran 5 hingga 6 sen dolar AS per kWh, di luar biaya baterai.

"Khusus untuk Bali dengan kita memakai 1.000 Mega Watt (MW) itu mampu melakukan efisiensi 0,6 juta kiloliter solar yang dilakukan oleh PLN. Selama ini ternyata Bali ini masih pakai PLTD," paparnya.

Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, megaproyek tersebut membutuhkan total investasi mencapai US$ 73 miliar atau setara dengan lebih dari Rp 1.140 triliun.

Pemerintah memproyeksikan operasional 100 GW PLTS tersebut mampu memberikan efisiensi anggaran subsidi energi hingga Rp 73,9 triliun per tahun serta menyerap sekitar 5,52 juta tenaga kerja.

Pemerintah akan memprioritaskan skema kerja sama dengan pihak swasta atau Independent Power Producer (IPP) melalui proses tender.

Lebih lanjut, pemerintah siap mengambil alih pengerjaan proyek melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) jika harga yang ditawarkan pengembang tidak kompetitif bagi kepentingan negara.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemerintah Siapkan Aturan Baru, Dorong Terciptanya 100 Giga Watt PLTS


Most Popular
Features