MARKET DATA

Ramai-Ramai Fan Sepak Bola Desak Presiden FIFA Gianni Infantino Mundur

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
21 August 2026 17:45
Presiden FIFA Gianni Infantino. (AP Photo/Alessandra Tarantino/File Foto)
Foto: Presiden FIFA Gianni Infantino. (AP/Alessandra Tarantino/File Foto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok suporter sepak bola dari berbagai belahan dunia meluncurkan petisi yang mendesak Gianni Infantino mundur dari jabatan Presiden FIFA. Petisi juga menuntut reformasi besar-besaran di tubuh organisasi sepak bola dunia tersebut.



Desakan muncul setelah Infantino terpaksa membatalkan rencana mencari investasi swasta untuk mengelola turnamen-turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri. Kontroversi itu bahkan membuat tiga konfederasi sepak bola kontinental menuduh Infantino melakukan "penipuan".

Tuduhan tersebut disampaikan melalui surat terbuka pada pekan lalu terkait cara rencana investasi tersebut disusun dan dipresentasikan. UEFA juga disebut berniat memboikot acara-acara FIFA setelah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino.

Meski demikian, Infantino masih memperoleh dukungan kuat, terutama dari Afrika dan Amerika Selatan. Namun, tekanan kini datang langsung dari kelompok suporter dengan diluncurkannya petisi melalui Change.org.

"Upaya memalukan oleh satu individu, Presiden FIFA sendiri, untuk menjual Piala Dunia kepada investor swasta telah memperlihatkan sebuah pengkhianatan yang tidak akan pernah dilupakan sepak bola," demikian pernyataan kelompok suporter, dikutip dari The Guardian, Jumat (21/8/2026).

Kelompok tersebut menuding rencana Infantino disusun secara diam-diam, dinegosiasikan di balik pintu tertutup, serta tidak diketahui oleh anggota FIFA sendiri maupun jutaan penggemar yang menjadi bagian penting dari sepak bola. Petisi tersebut telah mendapatkan dukungan dari kelompok suporter tingkat kontinental dan nasional yang mencakup seluruh enam konfederasi FIFA.

"Seorang presiden yang berulang kali mengkhianati sepak bola dan mempermainkan olahraga ini telah kehilangan hak untuk memimpinnya," kata mereka.

"Demi kredibilitas FIFA dan masa depan sepak bola, dia harus mengundurkan diri," tambah petisi itu.

Tuntutan kelompok suporter tidak berhenti pada pengunduran diri Infantino. Petisi tersebut juga mendesak adanya reformasi tata kelola FIFA, termasuk memberikan keterlibatan formal kepada suporter dan pemangku kepentingan utama sepak bola dalam pengambilan keputusan yang menentukan masa depan olahraga tersebut.

Direktur Eksekutif Football Supporters Europe (FSE) Ronan Evain mengatakan, kepergian Infantino merupakan langkah pertama yang diperlukan. Namun, menurutnya, pergantian presiden saja tidak cukup apabila sistem tata kelola FIFA tidak ikut dibenahi.

"Kepergian Gianni Infantino adalah langkah pertama dan sebuah keharusan, tetapi itu hanya akan memberikan dampak positif jika kemudian diikuti dengan reformasi jabatan dan tata kelola," ujar Evain.

Ia menilai konsentrasi kekuasaan yang terlalu besar di tangan seorang presiden menunjukkan tata kelola FIFA saat ini tidak lagi memadai. "Jika seseorang bisa memusatkan begitu banyak kekuasaan di tangannya, maka tata kelola FIFA sudah tidak lagi memadai atau sesuai dengan tujuannya," katanya.

Evain bahkan menyerukan agar FIFA membangun kembali sistem tata kelolanya dari awal. Ia bilang, berbagai reformasi yang diperkenalkan sejak 2016 telah dihapus atau kehilangan relevansinya selama kepemimpinan Infantino.

"FIFA perlu memulai dari awal. Seluruh reformasi sejak 2016 telah dihapus atau dibuat tidak relevan oleh Infantino," ujarnya.

Evain juga bilang, FIFA perlu lebih terbuka dalam mencari model baru untuk tata kelola sepak bola, termasuk mempelajari sistem yang digunakan di luar sepak bola maupun dunia olahraga. Salah satu gagasan yang dinilainya menarik adalah sistem kepemimpinan bergilir yang dapat mencegah terlalu besarnya kekuasaan terpusat pada satu orang.

"Ada model-model lain di luar dunia sepak bola maupun olahraga yang patut dipertimbangkan, semisal gagasan mengenai sistem kepresidenan bergilir tampaknya menarik," kata ia.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Petisi Tolak Wali Kota Muslim Zohran Mandani Tembus 70.000, Ada Apa?


Most Popular
Features