CLOSE AD
MARKET DATA
Internasional

Bukan Diplomat, Trump Jagokan Sosok Tak Terduga Ini Jadi Sekjen PBB

tfa,  CNBC Indonesia
23 July 2026 13:30
Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino menghadiri seremoni penyerahan trofi setelah laga final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Mingg
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino menghadiri seremoni penyerahan trofi setelah laga final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026). (IMAGN IMAGES via Reuters/MARK J REBILAS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan menginginkan Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya. Laporan tersebut diungkap New York Post yang menyebut Trump menilai Infantino memiliki kemampuan menyatukan berbagai pihak di tingkat global.

Seorang sumber yang dekat dengan Trump mengatakan presiden AS meyakini Infantino merupakan sosok yang dihormati di berbagai negara.

"Ia dihormati oleh semua orang di seluruh dunia" dan memiliki "kemampuan khusus untuk menyatukan orang," kata sumber tersebut, seperti dikutip RT, Rabu (22/7/2026). Namun, hingga kini belum diketahui apakah pria kelahiran Swiss itu menyadari hal itu.

Kedekatan Trump dan Infantino disebut semakin erat dalam beberapa waktu terakhir. Pada Desember lalu, Infantino bahkan menganugerahkan Penghargaan Perdamaian perdana FIFA kepada Trump setelah presiden AS berulang kali menyatakan dirinya layak menerima Nobel Perdamaian berkat upayanya mengakhiri berbagai konflik internasional.

Hubungan keduanya kembali menjadi sorotan selama penyelenggaraan Piala Dunia FIFA yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli. Menjelang babak 16 besar, FIFA secara mengejutkan membatalkan hukuman larangan bermain satu pertandingan terhadap penyerang timnas AS, Folarin Balogun.

Trump kemudian mengungkapkan dirinya telah menghubungi Infantino secara langsung agar hukuman terhadap Balogun ditinjau ulang. Menurut Trump, sanksi tersebut tidak adil.

Di sisi lain, UEFA mengecam keputusan itu dan menyebutnya sebagai bentuk campur tangan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam urusan sepak bola. Namun, Infantino membantah ikut campur dalam keputusan terkait pemain Amerika Serikat tersebut. Pada akhirnya, AS tetap tersingkir setelah kalah 1-4 dari Belgia.

Pemilihan Sekretaris Jenderal PBB yang baru dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini seiring berakhirnya masa jabatan Antonio Guterres pada Desember. Kandidat terpilih harus lebih dulu memperoleh persetujuan Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara sebelum disahkan oleh Majelis Umum.

Sepanjang sejarah PBB, seluruh Sekretaris Jenderal berasal dari kalangan politisi atau diplomat. Karena itu, apabila benar dicalonkan, Infantino akan menjadi sosok pertama dengan latar belakang utama sebagai pimpinan organisasi olahraga dunia yang berpeluang menduduki jabatan tersebut.

Trump sendiri bukan kali pertama menunjuk figur dari luar dunia politik untuk mengisi posisi penting. Pada masa jabatan keduanya, ia mengangkat salah satu pendiri sekaligus mantan CEO WWE, Linda McMahon, sebagai Menteri Pendidikan AS, melanjutkan polanya merekrut tokoh dari dunia olahraga dan hiburan ke dalam pemerintahan.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Survei Terbaru: Kacau, Trump Maju Kena Mundur Kena di Perang Iran


Most Popular
Features