KRL Tembus-Tembus Pinggiran Jakarta Bikin Macet Hilang, Tapi Awas Ini

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Jumat, 21/08/2026 16:25 WIB
Foto: Penumpang kereta saat menaiki kereta Api tujuan Tn Abang di Kawasan Stasiun Manggarai Rabu (5/11/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana memperpanjang jaringan KRL dengan sistem elektrifikasi hingga Sukabumi, Cikampek bahkan Merak dinilai dapat memberikan dampak positif bagi kawasan metropolitan. Perluasan transportasi massal berpotensi mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Namun, pembangunan jaringan kereta api juga membawa tantangan baru bagi kota-kota yang terhubung. Jika tidak dibarengi perencanaan kawasan, akses transportasi yang semakin mudah justru dapat mendorong penyebaran permukiman tanpa pusat ekonomi baru.

"Artinya kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Kan sekarang jalan tol itu tiap pagi enggak karu-karuan tuh macetnya kayak gimana. Jadi kalau transportasi umum diperbanyak dan diperpanjang, diperjauh sebetulnya bisa menjadi peluang untuk mengurangi ketergantungan kepada kendaraan," kata Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota Indonesia (IAP) Adriadi Dimastanto kepada CNBC Indonesia, Jumat (21/8/2026)


Transportasi massal juga dapat memperluas pilihan masyarakat dalam menentukan lokasi tempat tinggal. Pekerja Jakarta bisa tinggal lebih jauh dari pusat kota tanpa harus sepenuhnya bergantung pada kendaraan pribadi.

Persoalannya, konektivitas transportasi harus berjalan bersama dengan pembangunan kota. Wilayah yang hanya menjadi tempat tinggal berisiko mengulang masalah yang sekarang terjadi di Bodetabek.

"Ya bisa menjadi solusi untuk rumah tinggal juga bagi para pekerja Jakarta. Tapi risikonya tadi kalau si kota-kota yang second ini enggak disiapkan dengan baik, itu mereka akan tumbuh secara sporadis juga nantinya," ujarnya.

Karena itu, pengembangan kota kedua membutuhkan penguatan fungsi ekonomi dan layanan publik. Kota-kota tersebut harus mampu menyediakan kebutuhan warga agar tidak seluruh aktivitas tetap tertuju ke Jakarta.

Kelembagaan kawasan metropolitan juga menjadi faktor penting dalam mengatur hubungan antarkota. Tanpa koordinasi, pembangunan transportasi bisa berjalan lebih cepat dibanding kesiapan tata ruang dan infrastruktur di wilayah tujuan.

"Nah sebetulnya kan sedang digodok Dewan Kawasan Aglomerasi Jakarta itu, kelembagaan yang lebih lincah untuk urusan metropolitan megapolitan ini. Harapannya memang itu bisa menjadi solusi terutama budgeting dari kawasan metropolitan ini," kata Dimas.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria mengatakan elektrifikasi atau perluasan jaringan KRL ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan kota baru dan penguatan industri perkeretaapian nasional.

"Di sektor kereta api, saya meminta kepada KAI untuk melakukan elektrifikasi di 5 kota tahun ini," kata Dony dalam acara CNBC Economic Outlook, Selasa (10/2/2026).

Adapun elektrifikasi tersebut dilakukan termasuk pada sejumlah jalur strategis yakni Jakarta ke Cikampek (Cikarang-Karawang-Cikampek), Jakarta ke Sukabumi (Bogor-Sukabumi), dan peningkatan persinyalan dan prasaran di jalur Tanah Abang-Rangkasbitung.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: 17 Agustus, Naik Transportasi Umum di Jakarta Hanya Rp 1