Video: Langkah Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan 280 Juta Penduduk RI
Jakarta, CNBC Indonesia- Tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Indonesia hingga dukungan pemerintah dalam mendorong kemandirian sektor farmasi, infrastruktur medis dan digitalisasi sektor kesehatan menjadikan potensi investasi dalam industri kesehatan Tanah Air semakin meningkat.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Lucia Rizka Andalucia menyebutkan penyediaan layanan dan infrastruktur kesehatan untuk melayani 280 juta penduduk menjadi peluang bagi pengembangan ekosistem kesehatan RI.
Pada tahun 2024, belanja kesehatan RI mencapai Rp 630 Triliun yang meliputi pelayanan kesehatan, farmasi dan alat kesehatan sehingga menjadi potensi bagi pengembangan industri kesehatan RI. Selain itu kontribusi sektor kesehatan terhadap ekonomi RI terus meningkat dimana setiap belanja kesehatan Rp 1 berpotensi mendorong kenaikan GDP sebesar Rp 2-3 .
Kemenkes telah menyusun Rencana Induk Bidang Kesehatan yang dalam 5 tahun ini ditentukan prioritas pengembangan menuju ketahanan sektor farmasi dana alat kesehatan. Salah satunya menekan impor bahan baku obat lewat 34 bahan baku obat yang bisa diproduksi di dalam negeri yang bisa menurunkan impor 20%.
Selain itu mendorong produksi vaksin dalam negeri untuk program imunisasi bagi sekitar 4,5 juta bayi yang lahir setiap tahunnya.
Lalu seperti apa upaya RI mendorong kemandirian farmasi dan alat kesehatan nasional? Selengkapnya simak dialog Emmanuella Egatirta dengan Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Lucia Rizka Andalucia dalam Profit, CNBC Indonesia (Jum'at, 21/08/2026)