Airlangga Bantah Plastik RI dari China: Kita Punya Chandra Asri-Lotte

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Kamis, 20/08/2026 18:20 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah tuduhan Amerika Serikat terhadap Indonesia terkait keterlibatan dalam Great Transhipment Scam atau penipuan alih muatan.

Praktik tersebut merupakan pengalihan barang melalui negara ketiga untuk menyamarkan asal barang, termasuk untuk menghindari pengenaan tarif, di mana Indonesia disebut berada di tier dua bersama Brazil, Malaysia, Thailand, Turki, Vietnam.


Airlangga pun membantah asumsi Indonesia merupakan manufaktur terintegrasi dengan China dan eksportnya ke Amerika terutama untuk produk-produk plastik dan turunannya.

Airlangga menegaskan industri plastik dan packagingnya di Indonesia sudah memiliki perusahaan nasional.

"Dan untuk bahan baku plastik kita sudah punya bahan baku sendiri yang diproduksi oleh Chandra Asri dan bahkan yang terakhir oleh Lotte Chemicals," tegasnya saat konferensi pers di Kantor Kemenko Ekonomi, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

"Jadi tidak benar ini menggunakan transhipment dari negara lain untuk memproses."

Menko juga mengatakan bahwa penggunaan plastik dikonsumsi di dalam negeri bukan diekspor ke Amerika seperti yang dituduhkan.

"Plastik packagingnya sebagian besar digunakan sendiri di dalam negeri ataupun di ekspor ke sekitaran tetapi bukan ke Amerika Serikat," ujarnya.

Adanya laporan tersebut, Airlangga mengatakan bahwa pengusaha tidak perlu khawatir sekaligus menegaskan bahwa studi tersebut merupakan studi yang berdasarkan anggapan atau asumsi.

" Jadi apa yang terjadi sebetulnya tidak seperti apa yang mereka asumsikan demikian," pungkasnya.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video: S&P Beri Indonesia Kabar Baik, Tapi Ada "PR-nya"