Eddy Soeparno: Pertumbuhan PDB 6% Harus Berbasis Ekonomi Berkelanjutan

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 18/08/2026 13:43 WIB
Foto: Wakil Ketua MPR yang juga Anggota Komisi XII DPR Eddy Soeparno menyampaikan pemaparan dalam Ekoniklim Talkshow 2026 di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta, Selasa (28/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dari Fraksi Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato penyampaian Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2027 harus berjalan seiring dengan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus menciptakan fondasi ekonomi yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.



"Target pertumbuhan ekonomi 6 persen tentu harus kita sambut dengan optimisme. Kami turut mendorong dan mengawal agar pertumbuhan tersebut dibangun di atas fondasi pembangunan berkelanjutan," ujar Eddy saat menghadiri rangkaian acara HUT ke-81 RI di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Dalam momentum HUT ke-81 RI, Eddy mengapresiasi komitmen Prabowo untuk selalu memperhatikan aspek sustainability, antara lain dengan melakukan akselerasi transisi energi. Apalagi, upaya Prabowo untuk menguatkan ketahanan energi dapat sekaligus ditempuh melalui transisi energi.

"ini adalah upaya penting yang dapat menghasilkan output ganda, yakni, ketahanan energi serta energi bersih dan berkelanjutan," kata Eddy.

Menurutnya, transisi energi harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan energi terbarukan dapat membuka ruang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

"Transisi energi adalah bagian dari strategi ekonomi. Ketika kita membangun energi surya, panas bumi, hidro, bioenergi, jaringan listrik dan ekosistem kendaraan listrik, kita bukan hanya mengurangi emisi, tetapi juga menciptakan investasi, lapangan kerja dan industri baru. Inilah yang harus kita dorong agar transisi energi menjadi motor pertumbuhan ekonomi," tegasnya.

Wakil Ketua Umum DPP PAN ini menambahkan, ketahanan energi juga menjadi pendukung penting bagi pencapaian target pertumbuhan ekonomi 6%. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan meningkatkan kebutuhan energi, sehingga Indonesia harus memastikan ketersediaan energi yang cukup, terjangkau, andal, dan semakin bersih.

"Syarat mencapai target pertumbuhan ekonomi adalah ketersediaan energi yang cukup. Karena itu, kita harus memperkuat ketahanan energi dengan mempercepat diversifikasi menuju sumber energi terbarukan yang kita miliki sendiri," katanya.

Eddy berharap arah kebijakan APBN TA 2027 dapat memberikan dukungan kuat terhadap agenda tersebut, antara lain melalui penguatan investasi energi terbarukan, pembangunan infrastruktur kelistrikan, pengembangan industri hijau, peningkatan efisiensi energi, serta pemberian ruang yang lebih besar bagi inovasi dan investasi swasta.

"Indonesia memiliki modal besar untuk menjadikan transisi energi sebagai sumber pertumbuhan baru. Kita memiliki matahari, panas bumi, air, biomassa dan berbagai sumber energi terbarukan lainnya. Tantangannya sekarang adalah bagaimana sumber daya tersebut kita ubah menjadi kekuatan ekonomi dan industri nasional," ujar Eddy.

Ia menegaskan, semangat kemerdekaan di usia 81 tahun harus diterjemahkan sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan energi Indonesia.

"Indonesia yang merdeka adalah Indonesia yang mampu menentukan masa depan ekonominya sendiri, termasuk dalam menentukan sumber energi yang menopang pertumbuhan ekonominya. Karena itu, target pertumbuhan 6% harus kita capai dengan ekonomi yang lebih hijau, energi yang lebih mandiri dan pembangunan yang berkelanjutan," pungkas Doktor Ilmu Politik UI ini.



(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:

VIdeo: Perkuat Ketahanan Energi: MPR Dorong Program B50 - Kebut Migas