MARKET DATA

Belanja Pemerintah Pusat Rp 3.362,2 T di 2027, Buat Apa Saja?

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
14 August 2026 17:57
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi pemaparan saat  Konferensi pers terkait RAPBN & Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Aula Cakti Buddhi Bakti, kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah merancang anggaran belanja pemerintah pusat pada 2027 senilai Rp 3.362,2 triliun.

Besaran rancangan anggaran belanja pemerintah pusat dalam APBN 2027 itu setara 82,06% dari rencana belanja negara secara keseluruhan senilai Rp 4.097,2 triliun.

"Anggaran BPP Rp 3.362,2 triliun atau naik 3,6% dibanding outlook 2026. Jadi fiskal kita tetap dirancang untuk ekspansif walaupun tidak besar sekali," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Purbaya memastikan, anggaran belanja pemerintah pusat itu tetap akan diarahkan sebagai sumber dorongan pertumbuhan ekonomi.

Adapun rincian dari belanja pemerintah pusat pada 2027 ini yang disebut Purbaya di antaranya untuk mendukung capaian target Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) 2027.

Selanjutnya, untuk optimalisasi belanja negara, dorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas layanan publik dan sumber daya manusia (SDM), serta untuk jaga daya beli masyarakat

"Kita juga akan dorong pembangunan sarana dan pra sarana yang mendukung capaian prioirtas nasional seperti yang disampaikan Bapak Presiden tadi di DPR," tutur Purbaya.

Pemerintah kata Purbaya juga akan mengakselerasi penurunan kemiskinan melalui anggaran belanja pemerintah pusat itu, serta untuk menghapus kemiskinan ekstrem berbasis DTSEN dan penguatan program graduasi kemiskinan.

"Termasuk untuk penajaman akurasi penerima subsidi, serta bansos agar lebih tepat sasaran," tegas Purbaya.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Fundamental Ekonomi RI Masih Solid, Ekonom BNI Bongkar Alasannya


Most Popular
Features