MARKET DATA

Mimpi Prabowo: Semua Kabupaten/Kota Punya RS Canggih Demi Rakyat

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
14 August 2026 17:06
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam rangka penyampaiaan RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam rangka penyampaiaan RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah akan membangun dan merevitalisasi sebanyak 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Langkah tersebut dilakukan untuk memperbaiki fasilitas dan infrastruktur kesehatan masyarakat. Prabowo menyebut, nantinya akan ada ratusan Rumah Sakit (RS) dengan fasilitas kesehatan yang memadai dengan alat teknologi canggih untuk menyelamatkan rakyat.

"514 kabupaten dan kota kita harus memiliki rumah sakit yang canggih yang bisa menyelamatkan rakyat secepat mungkin," ujar Prabowo saat menyampaikan RUU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).



Pada tahap awal, pemerintah akan membangun sebanyak 66 RS di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 RS sudah beroperasi.

Prabowo mengungkapkan lebih jauh, pemerintah mengirim alat pemeriksa jantung, CT scan, mamografi, USG, dan layanan modern ke wilayah yang sebelumnya harus merujuk pasien ke tempat-tempat yang sangat jauh. Bahkan, rencananya, pemerintah juga akan menyediakan fasilitas kesehatan melalui gerai Koperasi Merah Putih.

"Di setiap gerai Koperasi Merah Putih akan ada klinik di mana rakyat bisa dapat pelayanan kesehatan melalui jarak jauh," imbuhnya.

Pada tahap selanjutnya, pemerintah juga akan membangun dan merevitalisasi RSUD dengan dukungan fasilitas dalam penanganan penyakit-penyakit penyebab kematian tertinggi seperti kanker, jantung, stroke, ginjal, serta untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak.

"Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit terlalu jauh. Tidak boleh lagi seorang ayah menjual seluruh hartanya karena harus berobat ke kota besar," ucapnya.

Namun, dalam merealisasikan hal ini, ada tantangan yang harus dihadapi, yaitu penyelesaian masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis. Indonesia masih butuh tambahan 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi. Selain itu, sebanyak 481 kabupaten/kota butuh tambahan 55.712 dokter spesialis.

Hal itu yang memicu pemerintah membuka 9 fakultas kedokteran baru, serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit.

"Bila perlu, kita sedang memikirkan kita bisa mengundang dokter-dokter dari negara lain untuk praktik di sini untuk waktu-waktu yang terbatas. Karena kalau kita menunggu lulusnya 127.000 dokter gigi, mungkin kita harus nunggu empat presiden sesudah saya," tutupnya.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Viral Pasien Dihina Curhat Tunggu 8 Jam di RS, Ini Kata BPJS Kesehatan


Most Popular
Features