Internasional

Update Terbaru Perang Iran, Trump Sebut AS Kuasai 100% Selat Hormuz

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 11/08/2026 15:40 WIB
Foto: REUTERS/Christian Hartmann

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah menguasai "100%" jalur Selat Hormuz. Menurutnya Angkatan Laut AS kini memiliki kendali penuh atas jalur pelayaran minyak dunia tersebut.

"Sekarang sudah terbuka," katanya berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, Senin waktu setempat, sebagaimana dikutip CNBC International, Selasa (11/8/2026).

"AS satu-satunya pihak yang saat ini menguasai Selat Hormuz," tambahnya.


Trump pun menggambarkan posisi AS sebagai "tembok baja". Menurutnya semua ranjau yang dipasang Iran secara sporadis sudah dihilangkan.

"Mereka terkadang memasang ranjau, dan kami menemukan ranjaunya," ujarnya.

AS telah memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak pertengahan April. Sementara itu, pejabat Iran bersikeras bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai AS memenuhi tuntutan mereka, termasuk mencabut blokade.

Sebenarnya, pembicaraan Iran dengan Oman tengah dilakukan mengenai pengaturan pelayaran di Selat Hormuz. Tapi, hal itu tidak akan membuat jalur perairan ini sepenuhnya dibuka kembali.

Sementara itu, Selasa dini hari, Trump membuat unggahan di Truth Social. Ia mengatakan tuntutan Teheran agar AS membayar kompensasi atas kerusakan akibat perang memberinya "ide menarik".

Trump mengatakan Iran seharusnya justru memberikan kompensasi kepada AS atas warga Amerika yang tewas atau terluka dalam serangan bom pinggir jalan dan serangan lainnya yang dikaitkan dengan Iran. Ia juga menuntut kompensasi atas warga Iran yang menurutnya telah tewas selama 50 tahun terakhir akibat tindakan rezim Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa membalas tekanan tersebut dari sisi ekonomi. Juru bicara kementerian, Esmaeil Baqaei, menyebut sanksi AS telah "mencekik" Iran.

Baqaei mengatakan Washington memilih sanksi setiap kali diplomasi gagal dan terus meningkatkan sanksi ketika langkah tersebut tidak berhasil. Menurutnya, pola tersebut kini lebih menyerupai "kecanduan kompulsif" daripada sebuah "kebijakan".

Di sisi lain, harga minyak melonjak pada Senin akibat pernyataan kedua belah pihak, membalikkan penurunan singkat pada pekan sebelumnya. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik sekitar 5% dan ditutup di sekitar US$82,13 per barel sementara itu, harga minyak mentah Brent juga naik sekitar 5% menjadi sekitar US$87,72 per barel.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: AS-Iran Kembali Panas dan Saling Serang