MARKET DATA

Badan Geologi RI Buka-bukaan Penyebab Semburan Lumpur di Blora

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
10 August 2026 10:58
Letupan lumpur di Oro-oro Kesongo Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora, Jumat (7/8/2026).
Foto: dok. Polsek Jati

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi (Bageol) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penjelasan terkait fenomena semburan lumpur yang terjadi di kawasan Objek Wisata Geologi Oro-oro Kesongo, Blora, Jawa Tengah. Fenomena tersebut terjadi pada Jumat (7/8/2026).

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyebutkan pihaknya sedang melakukan pengumpulan informasi awal untuk memetakan kondisi geologi terkini di lokasi tersebut untuk mengantisipasi dampak bagi lingkungan sekitar.

Saat ini, pihaknya pun masih memantau perkembangan situasi sembari menyiapkan langkah verifikasi lapangan.

"Terkait informasi semburan lumpur di kawasan Oro-oro Kesongo, Blora, saat ini kami masih melakukan pengumpulan informasi dan belum melakukan verifikasi langsung di lapangan," ungkapnya kepada CNBC Indonesia saat dikonmfirmasi, Senin (10/8/2026).

Lana menegaskan perlunya kehati-hatian dalam menyimpulkan penyebab dan tingkat bahaya semburan tersebut sebelum data teknis lengkap tersedia.

Mengingat, fenomena keluarnya lumpur dan gas di wilayah tersebut merupakan karakteristik geologis yang sudah lama teridentifikasi.

Kawasan Oro-oro Kesongo sendiri tercatat memang memiliki keunikan karena lumpur dan gas dari bawah permukaan bumi bisa menyembur keluar sewaktu-waktu.

"Secara umum, Oro-oro Kesongo merupakan kawasan yang dikenal memiliki fenomena geologi berupa keluarnya lumpur dan gas dari bawah permukaan. Aktivitas semburan dapat terjadi secara periodik dengan intensitas yang berubah-ubah," jelasnya.

Meskipun sudah teridentifikasi sebagai fenomena alam yang rutin, pihaknya belum bisa memastikan tingkat risiko dari kejadian terbaru yang sempat viral di media sosial. Pihaknya masih menunggu data primer dari titik lokasi untuk menentukan langkah mitigasi selanjutnya.

"Terkait tingkat bahaya dan kondisi kejadian yang saat ini beredar di media sosial, kami belum dapat menyimpulkan sebelum memperoleh data dan hasil verifikasi lapangan," tambahnya.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan bagi warga maupun pengunjung, Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak aman dari pusat semburan. Hal ini dikarenakan adanya potensi lontaran material keras maupun gas yang seringkali menyertai aktivitas semburan lumpur tersebut.

"Untuk sementara, masyarakat dan pengunjung diimbau tidak mendekati titik semburan, terutama apabila aktivitas semburan sedang berlangsung, serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas setempat," tandasnya.

(ven/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Heboh Semburan Lumpur di Blora Mirip Lapindo, Badan Geologi Buka Suara


Most Popular
Features