MARKET DATA

Heboh Semburan Lumpur di Blora Mirip Lapindo, Badan Geologi Buka Suara

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
10 August 2026 10:31
Letupan lumpur di Oro-oro Kesongo Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora, Jumat (7/8/2026).
Foto: dok. Polsek Jati

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat suara soal fenomena semburan lumpur di kawasan Oro-oro Kesongo, Blora, Jawa Tengah. Menyusul, fenomena tersebut terjadi pada Jumat (7/8/2026) sekilas terlihat seperti Lumpur Lapindo, Sidoarjo, dan unggahan video telah beredar luas di media sosial.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mengumpulkan informasi untuk memastikan kondisi geologi tersebut dan belum melakukan verifikasi secara langsung ke lapangan. Pihaknya terus melakukan evaluasi sebelum mengambil kesimpulan mengenai tingkat bahaya dari semburan lumpur tersebut.

"Terkait informasi semburan lumpur di kawasan Oro-oro Kesongo, Blora, saat ini kami masih melakukan pengumpulan informasi dan belum melakukan verifikasi langsung di lapangan," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (10/8/2026).

Kawasan Oro-oro Kesongo sendiri tercatat secara geologis merupakan area yang memang dikenal memiliki fenomena keluarnya lumpur dan gas dari bawah permukaan bumi. Aktivitas semburan di wilayah ini diketahui sering terjadi secara periodik dengan tingkat intensitas yang berubah-ubah.

"Secara umum, Oro-oro Kesongo merupakan kawasan yang dikenal memiliki fenomena geologi berupa keluarnya lumpur dan gas dari bawah permukaan. Aktivitas semburan dapat terjadi secara periodik dengan intensitas yang berubah-ubah," jelasnya.

Saat ini, pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan mengenai tingkat bahaya maupun kondisi rincian kejadian yang beredar di media sosial saat ini. Pihaknya masih menunggu perolehan data primer dan hasil verifikasi di titik lokasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

"Terkait tingkat bahaya dan kondisi kejadian yang saat ini beredar di media sosial, kami belum dapat menyimpulkan sebelum memperoleh data dan hasil verifikasi lapangan," tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dan pengunjung diminta untuk tidak mendekati titik semburan untuk menghindari risiko terkena lontaran material. Pengawasan di lapangan pun akan diperketat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah agar warga tetap mengikuti arahan petugas setempat.

"Untuk sementara, masyarakat dan pengunjung diimbau tidak mendekati titik semburan, terutama apabila aktivitas semburan sedang berlangsung, serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas setempat," pungkas Lana.

(ven/ven) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Lantik 4 Pejabat Baru: Kepala Badan Geologi-BPM Aceh, Ini Pesan Bahlil


Most Popular
Features