FOTO Internasional

Potret Rapat DPR Kosovo Ricuh, Cekcok Berujung Lempar Telur

Reuters, CNBC Indonesia
Minggu, 09/08/2026 12:20 WIB

Rapat parlemen Kosovo ricuh setelah anggota oposisi melempar telur ke Albin Kurti yang meminta tambahan waktu untuk membentuk pemerintahan.

1/8 Seorang anggota parlemen dari kubu oposisi melemparkan telur ke arah penjabat Perdana Menteri Kosovo, Albin Kurti, pada Sabtu (8/8/2026). (Tangkapan Layar Video Reuter/KOSOVO PARLIAMENT)

Seorang anggota parlemen dari kubu oposisi melemparkan telur ke arah penjabat Perdana Menteri Kosovo, Albin Kurti, pada Sabtu (8/8/2026). Insiden tersebut terjadi setelah Kurti meminta tambahan waktu untuk berunding dengan sejumlah partai sebelum mengajukan calon ketua parlemen. (Tangkapan Layar Video Reuter/KOSOVO PARLIAMENT)

2/8 Seorang anggota parlemen dari kubu oposisi melemparkan telur ke arah penjabat Perdana Menteri Kosovo, Albin Kurti, pada Sabtu (8/8/2026). (Tangkapan Layar Video Reuter/KOSOVO PARLIAMENT)

Seorang anggota parlemen dari kubu oposisi melemparkan telur ke arah penjabat Perdana Menteri Kosovo, Albin Kurti, pada Sabtu (8/8/2026). (Tangkapan Layar Video Reuter/KOSOVO PARLIAMENT)

3/8 Seorang anggota parlemen dari kubu oposisi melemparkan telur ke arah penjabat Perdana Menteri Kosovo, Albin Kurti, pada Sabtu (8/8/2026). (Tangkapan Layar Video Reuter/KOSOVO PARLIAMENT)

Peristiwa itu berlangsung dalam sidang parlemen setelah Kurti menyampaikan bahwa belum tercapai kesepakatan politik untuk membentuk pemerintahan. Permintaan tersebut disampaikan menyusul pemilihan umum dini yang digelar pada Juni 2026. (REUTERS/Valdrin Xhemaj)

4/8 Seorang anggota parlemen dari kubu oposisi melemparkan telur ke arah penjabat Perdana Menteri Kosovo, Albin Kurti, pada Sabtu (8/8/2026). (Tangkapan Layar Video Reuter/KOSOVO PARLIAMENT)

Anggota parlemen dari partai Vetevendosje yang dipimpin Kurti dan petugas kepolisian segera bertindak untuk melerai keributan. Time Kadrijaj, anggota parlemen dari partai Alliance, diketahui mengeluarkan telur dari dalam tasnya dan melemparkannya ke arah Kurti sambil berteriak, "Memalukan, memalukan." (REUTERS/Valdrin Xhemaj)

5/8 Seorang anggota parlemen dari kubu oposisi melemparkan telur ke arah penjabat Perdana Menteri Kosovo, Albin Kurti, pada Sabtu (8/8/2026). (Tangkapan Layar Video Reuter/KOSOVO PARLIAMENT)

Insiden tersebut mencerminkan kebuntuan politik yang telah melanda Kosovo selama hampir dua tahun. Partai Vetevendosje memenangkan pemilihan umum dini pada Juni, tetapi masih membutuhkan dukungan dari partai-partai minoritas untuk membentuk pemerintahan. (REUTERS/Valdrin Xhemaj)

6/8 Seorang anggota parlemen dari kubu oposisi melemparkan telur ke arah penjabat Perdana Menteri Kosovo, Albin Kurti, pada Sabtu (8/8/2026). (Tangkapan Layar Video Reuter/KOSOVO PARLIAMENT)

Vetevendosje menguasai 58 dari 120 kursi parlemen. Jumlah tersebut belum cukup untuk membentuk pemerintahan tanpa dukungan partai lain. Kurti juga tidak memiliki dukungan mayoritas dua pertiga yang dibutuhkan untuk memilih presiden. "Kami belum mencapai kesepakatan politik. Oleh karena itu, demi menghindari pemilihan umum baru, saya meminta tambahan waktu untuk mengajukan nama ketua parlemen," ujar Kurti kepada anggota parlemen. (REUTERS/Valdrin Xhemaj)

7/8 Seorang anggota parlemen dari kubu oposisi melemparkan telur ke arah penjabat Perdana Menteri Kosovo, Albin Kurti, pada Sabtu (8/8/2026). (Tangkapan Layar Video Reuter/KOSOVO PARLIAMENT)

Saat ini, Vetevendosje tengah bernegosiasi dengan Liga Demokratik Kosovo (LDK) yang memiliki 18 kursi. Negosiasi tersebut dilakukan untuk mengamankan mayoritas pemerintahan sekaligus memperoleh dukungan partai-partai minoritas dalam proses pemilihan presiden. (REUTERS/Valdrin Xhemaj)

8/8 Seorang anggota parlemen dari kubu oposisi melemparkan telur ke arah penjabat Perdana Menteri Kosovo, Albin Kurti, pada Sabtu (8/8/2026). (Tangkapan Layar Video Reuter/KOSOVO PARLIAMENT)

LDK bersikeras mendapatkan posisi presiden sebagai bagian dari kesepakatan koalisi. Namun, hingga kini Kurti masih menolak tuntutan tersebut sehingga upaya membentuk pemerintahan baru belum menemukan titik temu. (REUTERS/Valdrin Xhemaj)