Ada "Aliansi" Pertahanan Baru, Kekuatan Nuklir Asia Gabung Saudi-Turki
Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi, Pakistan, dan Turki telah menandatangani kesepakatan pertahanan bersama, memperdalam kerja sama keamanan di tengah meningkatnya ketegangan militer dan konflik di Timur Tengah.
Pernyataan bersama yang dibagikan oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan dan media resmi Arab Saudi pada Jumat (7/8/2026) menyatakan bahwa kesepakatan tersebut mengatur bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.
Pernyataan itu menambahkan, hal ini mencerminkan "komitmen bersama ketiga negara untuk terus memperkuat keamanan kolektif serta memajukan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan maupun luarnya, demi mewujudkan masa depan yang aman dan sejahtera."
Kesepakatan ini tercapai sehari setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif-didampingi oleh Panglima Angkatan Darat yang berpengaruh Asim Munir-tiba di Arab Saudi dan melaksanakan ibadah Umrah di Mekkah.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga berkunjung ke Arab Saudi pada Jumat untuk bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Negara Arab Saudi telah berulang kali diserang oleh Iran, serta oleh sekutu Iran yaitu kelompok Houthi di Yaman dan kelompok bersenjata Syiah di Irak, sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Konflik tersebut telah membahayakan ekspor minyak Arab Saudi serta rencana pembangunan besar negaranya, sekaligus menimbulkan keraguan mendalam mengenai keandalan perlindungan keamanan dari Amerika Serikat yang selama ini menjadi andalan utama negara tersebut.
Meskipun Turki dan Pakistan belum mengalami serangan langsung yang parah, kedua negara sangat berkeinginan meredakan konflik kawasan yang mengancam keamanan dan perekonomian mereka.
Kesepakatan yang diberi nama "Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah" ini merupakan hasil perundingan yang berlangsung hampir selama satu tahun. Penandatanganannya dilakukan di Mekkah, tempat paling suci bagi umat Islam-hal ini memberikan bobot simbolis yang kuat bagi pakta yang dibangun di atas landasan hubungan militer bilateral yang sudah terjalin sejak lama.
(pgr/pgr)