MARKET DATA

BRIN Sudah Kembangkan Reaktor Nuklir Mini, Segini Kapasitasnya

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
07 August 2026 11:35
Prabowo Panggil Pimpinan BRIN, Bahas Riset Program Prioritas
Foto: CNBC Indonesia TV

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan telah mengembangkan teknologi Small Modular Reactor (SMR) atau reaktor nuklir modular kecil yang siap ditawarkan untuk dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik. Dia mengatakan untuk membuat proyek itu dibutuhkan nilai investasi sekitar Rp2,5 triliun.

Arif menjelaskan, SMR yang dikembangkan BRIN memiliki kapasitas sekitar 50 megawatt (MW). Kapasitas itu memang lebih kecil dibandingkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) konvensional.

"Kecil masih sekitar 50 megawatt. Tapi memang namanya small, paling tidak kita punya teknologinya," kata Arif, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (7/8/2026).

Dia menjelaskan desain teknologi SMR yang telah siap, termasuk untuk reaktor generasi ketiga maupun keempat yang dinilai memiliki tingkat keselamatan yang tinggi. Sehingga saat ini menunggu pihak yang berminat mengadopsi teknologi tersebut, karena implementasi itu membutuhkan dukungan investasi.

"Tapi BRIN juga siap dengan dua level: satu generasi tiga, dua generasi empat. Nah, dengan dua generasi yang sudah kita siapkan ini, ini tinggal nunggu siapa yang akan pakai teknologinya BRIN ini. Karena untuk itu kan butuh investasi. Berapa investasinya? Rp2,5 triliun. Itu kecil, tidak besar. Kalau kita mau coba, ya, BRIN sudah siap untuk itu," tuturnya.

Meskipun begitu, BRIN masih terus menyempurnakan desain dan model SMR sebagai bagian dari pengembangan teknologi nuklir nasional. Di sisi lain, riset teknologi nuklir BRIN saat ini juga difokuskan untuk mendukung sektor nonkelistrikan.

"Yang jelas, BRIN untuk teknologi nuklir yang berkaitan dengan energi ya itu SMR yang sedang kita siapkan desainnya, modelnya. Namun yang sekarang kita arahkan adalah pemanfaatannya untuk pangan dan kesehatan," katanya.

Dia menyebut penggunaan teknologi nuklir untuk sektor kesehatan seperti radiofarmaka untuk identifikasi penyakit kanker. Selain itu juga untuk metode pengawetan buah-buahan supaya lebih lama ketika ingin melakukan ekspor.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ada 'Harta Karun Langka' Buat 'Nuklir' di RI, Segini Potensinya


Most Popular
Features