5 Photos
Potret Kapal Dicegat Diduga Bawa Virus Mematikan, 300 Orang Diperiksa
Otoritas kesehatan Kongo memeriksa lebih dari 300 penumpang kapal usai seorang penumpang diduga meninggal akibat Ebola, untuk mencegah penyebaran wabah.
Para penumpang menunggu pemeriksaan di atas kapal yang dicegat otoritas kesehatan di dekat Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, Kamis (6/8/2026), setelah seorang penumpang yang diduga terinfeksi Ebola meninggal dunia usai turun dari kapal. Lebih dari 300 orang menjalani pemeriksaan untuk memastikan tidak terjadi penyebaran virus di dalam kapal yang dihentikan di wilayah Maluku, sekitar 65 kilometer di hulu ibu kota Kinshasa. (REUTERS/Benoit Nyemba)
Pemeriksaan dilakukan menggunakan laboratorium keliling yang dikerahkan ke kapal setelah kapal tersebut dihentikan pada Rabu. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kongo, Body Ilonga Bompoko, mengatakan seluruh penumpang menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan skrining klinis sebagai langkah pencegahan. (REUTERS/Benoit Nyemba)
Menurut Bompoko, sampel telah diambil dari empat penumpang yang menunjukkan gejala, termasuk demam, dan dikirim untuk diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan diperkirakan akan diumumkan pada Jumat untuk memastikan apakah mereka terinfeksi virus Ebola. (REUTERS/Benoit Nyemba)
Operasi ini bermula setelah otoritas kesehatan di Provinsi Mongala melaporkan kematian seorang pria berusia 32 tahun yang diduga terjangkit Ebola pada 25 Juli. Pria tersebut diyakini pernah menumpang kapal itu, namun hingga kini para pejabat masih memberikan keterangan yang berbeda mengenai asal perjalanan kapal, lokasi pria tersebut naik kapal, serta kapan ia mulai menunjukkan gejala penyakit. (REUTERS/Benoit Nyemba)
Direktur Jenderal Africa CDC, Jean Kaseya, mengatakan kapal berasal dari Provinsi Mongala, bukan Tshopo yang dilanda wabah Ebola. Namun, terdapat perbedaan keterangan soal waktu munculnya gejala. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Mongala, Eustache Bibala Faray, menyatakan pihaknya masih menyelidiki lokasi pria tersebut naik ke kapal. (REUTERS/Benoit Nyemba)
Di sisi lain, Kaseya mengumumkan otoritas kesehatan akan memperluas penggunaan vaksin Ebola yang sebelumnya dikembangkan untuk melawan spesies virus Ebola Zaire, setelah data menunjukkan vaksin tersebut juga memberikan perlindungan terhadap spesies Bundibugyo yang menjadi penyebab wabah saat ini. Pemerintah juga berencana memperluas penggunaan obat antivirus remdesivir di wilayah-wilayah yang terdampak guna memperkuat upaya pengendalian wabah. (REUTERS/Benoit Nyemba)