Wabah Mematikan di Negara Ini Kian Meluas, Menyebar di 6 Provinsi
Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) semakin meluas. Virus tersebut kini telah menyebar enam provinsi di negeri itu.
Dalam pernyataan terbarunya, Kepala Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa Centres for Disease Control and Prevention/Africa CDC) Jean Kaseya, dilaporkan satu orang meninggal dunia di kota Buta, Provinsi Bas-Uele. Wilayah itu sebelumnya tak terdampak wabah.
"Korban meninggal... setelah melakukan perjalanan dari Provinsi Haut-Uele," katanya dimuat Al-Jazeera mengutip sejumlah kantor media seperti Reuters, AFP dan AP, Jumat (14/8/2026).
"Jika kita tidak menghentikan wabah ini, wabah tersebut akan berlangsung lebih dari satu tahun dan menjadi yang terbesar di dunia," tambah laman itu.
Ia memperingatkan, semakin lama wabah berlangsung, semakin besar pula risiko virus menyebar ke negara lain. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan wabah kali ini menyebar lebih cepat dibandingkan wabah Ebola sebelumnya.
Awalnya, wabah mematikan ini menyebar lagi di 2026 dari Provinsi Ituri di timur laut DRC. Kasus kemudian ditemukan di North Kivu, South Kivu, Haut-Uele, Tshopo, dan kini Bas-Uele.
Berdasarkan data pemerintah DRC, wabah tersebut telah menyebabkan 2.128 kematian dari 4.566 kasus yang tercatat. Wabah kali ini disebabkan oleh strain Bundibugyo.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada Rabu (12/8) bahwa dengan laju penyebaran saat ini, wabah tersebut berpotensi melampaui wabah Ebola paling mematikan yang pernah tercatat. Wabah Ebola terburuk sebelumnya terjadi lebih dari satu dekade lalu dan menewaskan lebih dari 11.000 orang.
Badan kesehatan PBB tersebut memperingatkan bahwa wabah diperkirakan belum akan berakhir, Hingga kini belum tersedia vaksin maupun pengobatan yang telah disetujui secara khusus untuk strain tersebut.
Ebola merupakan penyakit yang jarang terjadi tetapi sangat menular. Virus dapat menyebar melalui cairan tubuh serta permukaan dan benda yang terkontaminasi, termasuk tempat tidur dan pakaian.
Penyakit yang ditimbulkan virus tersebut dapat berkembang parah dan sering kali berakibat fatal. Dalam pernyataan lain, WHO juga mengatakan dua vaksin yang secara khusus dikembangkan untuk virus Bundibugyo kini sedang diuji pada manusia untuk pertama kalinya.
(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]