MARKET DATA

Tekanan Ekonomi Memburuk di Q2-2026, Purbaya Ungkap Kondisi RI Terkini

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
03 August 2026 15:41
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat Konferensi Pers Hasil Rapat Berskla KSSK III Tahun 2016 di Jakarta, Senin (3/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mecermati makin tingginya tekanan ekonomi global pada kuartal II-2026.

Ia mengatakan, tekanan itu berasal dari konflik geopolitik yang tak kunjung mereda, hingga merambat ke sisi ekonomi melalui berbagai jalur, seperti kenaikan harga energi hingga gejolak nilai tukar.

"Memasuki kuartal II tekanan eksternal kembali meningkat seiring eskalasi geopolitik, kenaikan harga energi tinggi, volatilitas pasar keuangan global, dan tekanan ke nilai tukar dan arus modal," kata Purbaya saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Meski tekanan perekonomian global kembali meninggi pada kuartal II-2026, Purbaya memastikan aktivitas ekonomi domestik masih terjaga, akibat daya tahan yang makin kuat.

"Perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid dan ketahanan sektor keuangan yang terjaga," ucap Purbaya.

Purbaya memastikan risiko eksternal terhadap stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan perlu terus diwaspadai untuk tetap jaga momentum pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article CORE Indonesia Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5%, Ini Sebabnya!


Most Popular
Features