MARKET DATA

Asing Net Sell Rp363,53 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Redaksi,  CNBC Indonesia
03 August 2026 13:25
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak stagnan pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (3/8/2026), seiring pelaku pasar mencermati sederet sentimen domestik dan global yang akan mewarnai perdagangan sepanjang pekan ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 12.00 WIB IHSG berada di level 6.234,29, turun tipis 1,83 poin atau 0,03% dari penutupan pekan lalu di posisi 6.236,13. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,68 triliun dengan volume perdagangan 23,09 miliar saham dalam 1,39 juta kali transaksi, di mana 323 saham menguat, 294 saham melemah, dan 169 saham stagnan.

Pergerakan indeks yang tertahan ini terjadi di tengah pelemahan bursa Asia-Pasifik. Indeks Nikkei 225 Jepang, Topix, hingga Kospi Korea Selatan kompak dibuka di zona merah, meski Presiden AS Donald Trump menyatakan membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan membuka peluang deeskalasi konflik di Timur Tengah. Dari dalam negeri, investor menanti rilis data inflasi Juli, PMI manufaktur, neraca perdagangan, hingga konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, di tengah pergerakan indeks yang cenderung datar tersebut, investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp363,53 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.

Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp3,72 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp1,68 triliun dan foreign sell Rp2,04 triliun.

Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dengan nilai mencapai Rp72,81 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang dilepas asing senilai Rp68,94 miliar, disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp57,56 miliar.

Selain itu, investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp38,48 miliar, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Rp38,31 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) Rp29,06 miliar, serta PT Astra International Tbk. (ASII) Rp25,42 miliar.

Tekanan jual juga terlihat pada PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) sebesar Rp23,84 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) Rp19,14 miliar, dan PT Indika Energy Tbk. (INDY) Rp15,07 miliar.

Di sisi lain, sejumlah saham masih menjadi incaran investor global. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp73,49 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) senilai Rp44,15 miliar.

Selanjutnya, asing juga memborong PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) sebesar Rp22,77 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Rp20,43 miliar, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) Rp19,12 miliar, serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) Rp15,11 miliar.

Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Senin (3/8/2026).

Net Foreign Buy

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp73,49 miliar

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp44,15 miliar

PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) - Rp22,77 miliar

PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp20,43 miliar

PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) - Rp19,12 miliar

PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) - Rp15,11 miliar

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) - Rp14,02 miliar

PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp9,77 miliar

PT Timah Tbk. (TINS) - Rp7,66 miliar

PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (JGLE) - Rp5,83 miliar

Net Foreign Sell

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp72,81 miliar

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp68,94 miliar

PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp57,56 miliar

PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp38,48 miliar

PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp38,31 miliar

PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) - Rp29,06 miliar

PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp25,42 miliar

PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) - Rp23,84 miliar

PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - Rp19,14 miliar

PT Indika Energy Tbk. (INDY) - Rp15,07 miliar

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Lanjut Melesat, Asing Malah Kompak Obral 10 Saham Ini


Most Popular
Features