MARKET DATA

RI Masih Bisa Ekspor Minyak pada 2026, Paling Banyak ke Thailand!

Robertus Adrianto,  CNBC Indonesia
03 August 2026 13:12
PT Pertamina International Shipping (PIS) memiliki 98 tanker, termasuk beberapa yang masuk kategori terbesar di dunia. (Dok. Pertamina Interenational Shipping (PIS))
Foto: PT Pertamina International Shipping (PIS) memiliki 98 tanker, termasuk beberapa yang masuk kategori terbesar di dunia. (Dok. Pertamina Interenational Shipping (PIS))

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia masih mampu mengekspor minyak mentah selama periode tahun berjalan pada 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, ekspor minyak mentah Indonesia selama enam bulan pertama tahun ini hanya terjadi pada Februari-April 2026.

"Minyak mentah pada Januari tidak terdapat ekspor," kata Ateng saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Pada Februari 2026, BPS mencatat, nilai ekspor minyak mentah Indonesia mencapai US$ 125,6 juta dengan volume 251,4 ribu ton.

Kemudian, pada Maret 2026, nilainya naik menjadi US$ 133 juta dengan volume yang justru sedikit menyusut menjadi 208,5 ribu ton.

Selanjutnya, pada April 2026 mulai ada penurunan dengan nilai US$ 66,3 juta dan volumenya sebanyak 74,3 ribu ton.

"Dan di Mei hingga Juni 2026 tidak terdapat ekspor minyak mentah," ungkap Ateng.

Total ekspor minyak mentah Indonesia selama periode Januari-Juni 2026 paling banyak ke Thailand dengan share 88,81%. Selanjutnya ke Malaysia 4,89%, dan China 4,34%.

Total nilai ekspor minyak mentah ini pun tercatat sebesar US$ 324,9 juta dengan volume 534,2 ribu ton selama periode Januari-Juni 2026, sedangkan periode yang sama tahu lalu US$ 777,02 juta dengan berat 1,42 juta ton.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Neraca Dagang RI Defisit US$450 Juta di Juni, Minyak Jadi Beban


Most Popular
Features