MARKET DATA

RI Cetak Surplus Dagang 71 Bulan Beruntun, Ini Sebabnya!

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
04 May 2026 12:30
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono saat rilis BPS, Senin (4/5/2026). (Tangkapan layar youtube BPS)
Foto: Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono saat rilis BPS, Senin (4/5/2026). (Tangkapan layar youtube BPS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) menuturkan neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Maret 2026. Nilainya mencapai US$ 3,32 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menuturkan capaian ini memperpanjang tren surplus neraca dagang Indonesia menjadi 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

"Neraca perdagangan barang pada Maret 2026 tercatat surplus US$ 3,32 miliar. Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Ateng menuturkan surplus pada Maret 2026 ditopang oleh komoditas nonmigas yang mengalami surplus US$ 5,21 miliar.

"Komoditas penyumbang terutama minyak dan lemak hewan nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja," ujarnya.

Sementara itu, komoditas migas defisit US$ 1,89 miliar dengan komoditas penyumbang defisit minyak mentah, hasil minyak, dan gas. Adapun, neraca perdagangan kumulatif pada Januari-Maret 2026 mencapai surplus US$ 5,55 miliar. Surplus Januari-Maret ditopang oleh komoditas nonmigas US$ 10,63 miliar

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! RI Cetak Surplus Neraca Dagang US$ 2,51 M di Desember 2025


Most Popular
Features