Internasional

Tambang Batu Bara Meledak, 11 Pekerja Tewas-Puluhan Hilang

luc, CNBC Indonesia
Jumat, 31/07/2026 06:30 WIB
Foto: Ilustrasi terowongan tambang batu bara. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan dahsyat mengguncang sebuah tambang batu bara di Provinsi Balochistan, Pakistan, pada Kamis (30/7/2026), menewaskan sedikitnya 11 pekerja tambang dan menyebabkan puluhan lainnya masih terjebak di bawah tanah. Tim penyelamat kini berpacu dengan waktu untuk mencari para korban yang hilang di kedalaman lebih dari 1.200 meter.

Mengutip Reuters, ledakan tersebut terjadi di kawasan Sorange, daerah terpencil yang terletak tidak jauh dari ibu kota Provinsi Balochistan, Quetta. Otoritas menduga ledakan dipicu oleh akumulasi gas metana di dalam tambang.

Inspektur pertambangan pemerintah, Ghani Baloch, mengatakan jasad 11 penambang berhasil ditemukan beberapa jam setelah insiden terjadi.


Menurutnya, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung dengan melibatkan petugas penyelamat, Badan Penanggulangan Bencana Provinsi (Provincial Disaster Management Authority/PDMA), serta berbagai tim tanggap darurat lainnya.

"Petugas penyelamat yang dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Provinsi dan tim tanggap darurat lainnya akan terus melakukan pencarian hingga seluruh penambang yang terjebak berhasil diketahui keberadaannya," katanya.

Inspektur Utama Pertambangan Provinsi Balochistan, Muhammad Atif, mengatakan saat ledakan terjadi terdapat 36 orang yang berada di bagian tambang yang kemudian runtuh akibat ledakan.

Hingga Kamis malam waktu setempat, sebanyak 28 penambang masih dinyatakan hilang dan belum berhasil ditemukan.

Atif mengatakan operasi penyelamatan berlangsung di kedalaman sekitar 4.000 kaki atau sekitar 1.219 meter di bawah permukaan tanah.

"Kami berharap masih bisa menemukan beberapa penambang dalam keadaan hidup, tetapi peluangnya kecil," ujarnya kepada Reuters.

Menurut pihak berwenang, ledakan diyakini disebabkan oleh penumpukan gas metana di dalam terowongan tambang.

Gas metana merupakan salah satu ancaman utama dalam industri pertambangan batu bara karena sangat mudah terbakar dan dapat memicu ledakan besar apabila terakumulasi dalam jumlah tinggi tanpa sistem ventilasi yang memadai.

Adapun kecelakaan kerja di sektor pertambangan batu bara bukanlah hal baru di Pakistan, terutama di Provinsi Balochistan yang selama bertahun-tahun dikenal memiliki catatan keselamatan kerja yang buruk.

Banyak tambang di wilayah tersebut disebut tidak memiliki sistem ventilasi yang memadai, alat pemantauan gas yang memadai, maupun standar keselamatan dasar lainnya.

Kelompok buruh dan para pekerja tambang selama ini berulang kali menuding pemilik tambang gagal menerapkan aturan keselamatan kerja secara memadai. Mereka juga menuduh banyak perusahaan tambang tidak menyediakan perlengkapan pelindung yang layak bagi para pekerja.

Kondisi tersebut membuat para penambang harus bekerja dalam lingkungan yang sangat berisiko setiap harinya.

Meski menghadapi risiko tinggi dan upah yang relatif rendah, industri batu bara tetap menjadi sumber penghidupan utama bagi ribuan keluarga di Balochistan.

Provinsi tersebut merupakan wilayah terbesar di Pakistan dari sisi geografis, namun juga termasuk yang paling tertinggal dalam pembangunan ekonomi.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Puing Pesawat Kargo Pakistan yang Jatuh di Laut Arab Ditemukan