MARKET DATA
Internasional

Tambang Batu Bara Meledak, 9 Pekerja Tewas

luc,  CNBC Indonesia
05 May 2026 13:32
Mining is in progress at an open-cast mine near Dhanbad, an eastern Indian city in Jharkhand state, Friday, Sept. 24, 2021. Efforts to fight climate change are being held back in part because coal, the biggest single source of climate-changing gases,
Foto: Ilustrasi tambang batu bara. (AP/Altaf Qadri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan terjadi di sebuah tambang batu bara di wilayah pegunungan Kolombia, menewaskan sembilan pekerja dan melukai sejumlah lainnya meski peringatan keselamatan sebelumnya telah disampaikan.

Badan pertambangan nasional Kolombia pada Senin (4/5/2026) waktu setempat menyatakan bahwa ledakan terjadi di tambang La Ciscuda yang berlokasi di provinsi Cundinamarca. Tambang tersebut dioperasikan oleh perusahaan Carbonera Los Pinos, yang hingga kini belum memberikan tanggapan atas insiden tersebut.

Menurut otoritas, sembilan pekerja dilaporkan tewas dalam kejadian itu, sementara enam lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit regional untuk mendapatkan perawatan medis.

Penyebab ledakan diduga terkait dengan akumulasi gas berbahaya di dalam tambang. Badan pertambangan mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya telah memberikan rekomendasi untuk memperkuat langkah-langkah keselamatan di lokasi tersebut saat melakukan kunjungan pada 9 April.

Dalam inspeksi itu, mereka menemukan adanya gas, termasuk metana, yang berpotensi membahayakan.

"Seperti yang telah diperingatkan ANM selama kunjungan inspeksi, endapan batu bara dapat menghadirkan akumulasi gas seperti metana, serta konsentrasi debu batu bara," demikian pernyataan badan tersebut," dilansir Reuters.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan serius di sektor pertambangan Kolombia, baik di tambang terbuka maupun bawah tanah. Kecelakaan semacam ini kerap terjadi, terutama di operasi ilegal atau informal serta di lokasi yang tidak menerapkan standar keselamatan yang memadai.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Resmi! Tambang Masuk Kawasan Hutan Kena Denda Rp6,5 Miliar per Hektare


Most Popular
Features