MARKET DATA
Internasional

Breaking News: Trump Umumkan Hamas Cs Sepakat Lucuti Senjata di Gaza

luc,  CNBC Indonesia
31 July 2026 06:07
Presiden AS Donald Trump berbicara tentang keamanan pemilu selama pidato kenegaraan dari Ruang Timur Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 16 Juli 2026. (SAUL LOEB/Pool via REUTERS)
Foto: (SAUL LOEB/Pool via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan telah mencapai kesepakatan untuk melucuti senjata kelompok Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Jalur Gaza. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya membangun pemerintahan Palestina baru yang akan mengambil alih kendali Gaza pascaperang.

Mengutip pernyataan Trump di platform Truth Social pada Kamis (30/7/2026) waktu setempat, kesepakatan itu dicapai melalui lembaga yang ia sebut sebagai Board of Peace alias Dewan Keamanan yang dibentuk belum lama ini.

"Kesepakatan ini merupakan langkah penting agar Gaza pada akhirnya dapat diperintah oleh pemerintahan Palestina yang baru, yang akan bekerja sama erat dengan Dewan Perdamaian untuk membantu rakyat Palestina," tulis Trump.

Trump menambahkan bahwa kesepakatan tersebut juga akan menjamin keamanan Israel.

"Pada saat yang sama, Israel akan mendapatkan keamanan yang layak diterimanya, dengan Gaza tidak lagi digunakan sebagai basis serangan teror."

Hingga kini Hamas belum memberikan komentar atas pernyataan tersebut.

Trump menyebut proses pelucutan senjata itu merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang ia mediasi pada Oktober lalu untuk mengakhiri perang Israel di Gaza.

Dalam konflik tersebut, lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan wilayah Gaza mengalami kerusakan besar.

Meski demikian, laporan tersebut juga menyebut Israel berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata. Setelah kesepakatan berlaku, lebih dari 1.200 warga Palestina dilaporkan tewas, sementara Israel juga disebut merebut lebih banyak wilayah serta terus membatasi pergerakan orang dan barang masuk maupun keluar Gaza.

Trump mengatakan bahwa setelah proses pelucutan senjata selesai, Israel akan menarik pasukannya dari Gaza.

Sebagai gantinya, wilayah tersebut akan diawasi oleh Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilisation Force/ISF) yang bekerja sama dengan pasukan polisi Palestina yang baru.

"Di bawah kesepakatan ini, Gaza akhirnya akan berada di tangan pemerintahan Palestina yang baru yang melayani rakyatnya," tuturnya.

Sementara itu, para pemimpin Hamas diketahui berada di ibu kota Mesir, Kairo, sejak pekan lalu untuk membahas implementasi gencatan senjata bersama para mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki.

Seorang pejabat Hamas yang tidak disebutkan namanya sebelumnya mengatakan pada Kamis bahwa pembicaraan tersebut berlangsung positif.

Sebelumnya, pada 6 Juli, Hamas juga mengumumkan pembubaran badan yang selama hampir dua dekade menjalankan pemerintahan di Gaza. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari perubahan politik yang tengah berlangsung di wilayah Palestina tersebut di tengah upaya internasional mencari formula pemerintahan baru pascaperang.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Resmi! Ini Bos Baru Hamas, Pengganti Yahya Sinwar


Most Popular
Features