Rusia Tiba-Tiba Warning: Eksistensinya Terancam-Sebut Ini Harga Mati
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia sekaligus mantan Presiden Dmitry Medvedev menegaskan bahwa Rusia hanya dapat mempertahankan keberadaan negaranya dengan mencapai kemenangan mutlak dalam konflik di Ukraina. Pernyataan mendesak tersebut disampaikan karena Barat dinilai terus berupaya menghancurkan Rusia melalui Kyiv.
Mengutip laporan Russia Today, Rabu (29/07/2026), Medvedev menyampaikan hal tersebut saat berbicara di hadapan para politisi muda dan perwakilan partai-partai parlemen dalam forum pemuda Territory of Meanings. Ia menyebut saat ini Rusia sedang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat gelombang sanksi dan tekanan politik dari negara-negara Barat.
"Tugas kita bersama adalah mempertahankan negara kita. Satu-satunya cara untuk mempertahankan negara kita adalah kemenangan dalam operasi militer khusus," tegas Medvedev.
Medvedev menyatakan bahwa Rusia telah lama bersabar menghadapi berbagai upaya Barat yang ingin merusak kedaulatan negaranya. Menurutnya, negara-negara penentang menaruh rasa benci terhadap Rusia yang besar, kuat, mandiri, serta tidak bisa diperintah oleh pihak asing.
Ia menilai negara-negara Barat saat ini memanfaatkan Ukraina sebagai "pemukul" (battering ram) demi melenyapkan dan meruntuhkan Rusia secara penuh. Meski partai-partai politik di dalam negeri memiliki perbedaan pendapat mengenai isu ekonomi dan sosial menjelang pemilihan Pemilu Duma Negara (State Duma), mereka dituntut untuk tetap bersatu dalam isu-isu yang memengaruhi kelangsungan hidup negara.
Medvedev juga mengungkapkan keyakinannya bahwa Rusia pada akhirnya akan keluar sebagai pemenang dalam pertempuran tersebut. Moskow sendiri telah berulang kali menegaskan bahwa ekspansi NATO hingga ke perbatasannya merupakan ancaman keamanan nasional utama dan menjadi alasan kunci meletusnya konflik di Ukraina.
Sebelumnya, hal ini sudah disampaikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin menegaskan kepada para anggota parlemen bahwa tidak ada satu pihak pun yang bakal pernah berhasil mematahkan semangat rakyat Rusia. Ia menambahkan bahwa sistem politik dan lembaga-lembaga negara Rusia telah sepenuhnya siap untuk menolak serta membalas setiap aksi permusuhan dari luar.
"Musuh-musuh kita gagal di medan perang dan kini beralih menggunakan aksi-aksi terorisme. Sanksi Barat pun gagal merusak Rusia dan justru menimbulkan kerugian terbesar bagi negara-negara Eropa serta pihak lain yang mengundangkannya," ungkap Presiden Putin saat bertemu anggota parlemen State Duma.