MARKET DATA

Dipantau Langsung Presiden Prabowo, Proyek Hilirisasi Terus Digenjot

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
30 July 2026 09:30
Gedung Danantara Jakarta. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Gedung Danantara Jakarta. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hilirisasi dianggap sebagai game changers dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi, hilirisasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan program yang cukup ambisius.

Tidak heran, Presiden Prabowo selalu mendapatkan laporan detail capaian setiap tahapan proyek, bahkan kendalanya agar bisa melakukan mitigasi segera mungkin. Oleh karena itu, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia bergerak cepat untuk menuntaskan 26 proyek hilirisasi strategis nasional dengan nilai investasi mencapai Rp225 triliun.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dalam akun instagram resmi @bumn_id menyebutkan, bahwa proyek masif ini diproyeksikan akan menyerap sebanyak 37.833 tenaga kerja.

"Ini menjadikannya salah satu mesin utama dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi nasional," terangnya, dikutip Rabu (29/7/2026).

Pelaksanaan proyek dilakukan dalam dua fase. Fase pertama, yang dimulai melalui groundbreaking pada 6 Februari 2026, mencakup enam proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp109 triliun dan potensi penyerapan 11.456 tenaga kerja.

Sementara itu, fase kedua, yang dimulai melalui groundbreaking pada 29 April 2026, meliputi 10 proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp116 triliun dan diperkirakan menyerap 26.377 tenaga kerja.



Menurutnya, hilirisasi harus memberikan manfaat yang nyata bagi perekonomian nasional, tidak hanya dari sisi investasi, tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat.

"Tidak hanya menghasilkan investasi, hilirisasi ini juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah, dan membuat nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri," kata Dony dalam keterangan resminya.

Sejumlah proyek tersebut mencakup berbagai komoditas strategis, mulai dari sektor pertambangan seperti pembangunan smelter aluminium, baja nirkarat, dan tembaga, hingga sektor energi dan pangan melalui pengembangan fasilitas bioavtur, bioetanol, pengolahan kelapa sawit, industri kelapa, serta peternakan ayam terintegrasi.

Investasi yang dijalankan diharapkan mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri, membuka peluang kerja baru, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.

Selain itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani juga menjelaskan di sampling mendorong eksekusi seluruh 26 proyek yang sudah terdaftar, pihaknya juga tengah membidik sejumlah potensi proyek hilirisasi baru yang dinilai layak untuk dikembangkan lebih lanjut.

"Dan nanti kita sedang kaji lagi untuk beberapa proyek hilirisasi lagi yang memang feasible dan kita perlukan ke depannya," kata Rosan.

Dia memastikan bahwa fokus hilirisasi dalam negeri tidak hanya akan fokus pada satu sektor komoditas saja. Berbagai sektor lainnya kini mulai dipetakan untuk mendapatkan nilai tambah.

"Ya kita kaji dulu ada beberapa lah nanti kita kabarkan. Nggak (hanya sektor mineral), di sektor lain juga," tandasnya.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Danantara Malam-Malam Rapat Tertutup di Komisi XI, Ternyata Bahas Ini


Most Popular
Features