CLOSE AD
MARKET DATA

Makin Kuat, Ini Tujuan Danantara Integrasikan Holding BUMN

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
30 July 2026 08:35
Kantor Danantara pusat di Jakarta, Indonesia, 28 Februari 2025. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Foto: Kantor Danantara pusat di Jakarta, Indonesia, 28 Februari 2025. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai mempercepat transformasi sebagai superholding investasi negara. Fokus utamanya tidak hanya membenahi tata kelola BUMN tetapi juga mengakselerasi investasi strategis.

Transformasi difokuskan pada penguatan sinergi antar holding sehingga investasi, pendanaan, hingga ekspansi bisnis dapat dilakukan secara lebih efisien. Integrasi ini nantinya melahirkan bisnis skala raksasa.

Melalui skema "holdingisasi", perusahaan-perusahaan negara kini dikelompokkan ke dalam klaster-klaster spesifik. Strategi ini memungkinkan Danantara untuk mengelola aset negara secara lebih efisien, fokus, dan profesional layaknya lembaga pengelola investasi global

Holding yang menjadi fokus Danantara yakni Pertamina Group demi mempercepat integrasi bisnis hulu, hilir, petrokimia, hingga energi baru terbarukan.

Pada awal Februari lalu, Pertamina resmi menggabungkan tiga anak usaha di bisnis hilir, yaitu PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS). PT Pertamina Patra Niaga (PPN) saat ini menjadi entitas penerima penggabungan tiga perusahaan tersebut.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan bahwa penggabungan tersebut dilakukan karena adanya inefisiensi antar perusahaan. Dengan merger ini, diharapkan adanya efisiensi hingga puluhan triliun per tahunnya.

"Kami baru selesai melakukan merger bulan Februari, 1 Februari merger di downstream (bisnis hilir). Kita konsolidasikan kembali antara Patra Niaga, PIS, dan juga Kilang. Kenapa? Karena ini kan satu perusahaannya harusnya, tidak bisa dicacah yang menyebabkan inefficiency," ungkap Dony dikutip Rabu (29/7/2026).

Integrasi lainnya yakni di bidang pertanian melalui PT Perkebunan Nusantara Group (PTPN III). PTPN mengintegrasikan bisnis hilir mencakup koordinasi strategis pengelolaan aset, transformasi subholding seperti PalmCo, serta penguatan hilirisasi sektor pangan dan energi nasional. Langkah ini menempatkan operasional PTPN Group di bawah visi besar tata kelola investasi negara untuk akselerasi ekonomi.

Selain itu, integrasi holding Pupuk Indonesia memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi pupuk dan amonia hijau. Perusahaan juga berkomitmen melakukan peremajaan atau revitalisasi 7 pabrik dalam 5 tahun ke depan sejalan dengan arahan Danantara untuk mengoptimalkan portofolio aset BUMN agar lebih produktif dan bernilai tambah.

"Pupuk kita punya 47 perusahaan anak. Ini juga akan habis semua. Karena akan terjadi konsolidasi. Sehingga nanti hanya akan ada beberapa saja dari perusahaan pupuk yang memang memproduksi pupuk," ujar Dony.

Danantara menargetkan pada tahun ini akan memangkas anak hingga cucu usaha BUMN dari 1.043 entitas menjadi 300 entitas. Konsolidasi BUMN ini merupakan pekerjaan yang harus dilakukan saat ini sebab Danantara terkendala melakukan pemantauan terhadap 1.043 entitas yang berada di bawah naungan pelat merah.

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: S&P Global Ratings:Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN


Most Popular
Features