Ekspor Nikel-Timah Cs Tersandera Kandungan LTJ, BKPM Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong perusahaan tambang untuk memperluas hilirisasi mineral hingga ke pemanfaatan logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements yang terkandung dalam komoditas mineral.
Direktur Hilirisasi Mineral dan Batu Bara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rizwan Aryadi Ramdhan mengatakan pemerintah pada prinsipnya akan mendukung setiap upaya investasi yang mampu mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral.
"Ya pada prinsipnya kami mendukung industri, hilirisasi investasi. Kalau memang ada hal-hal yang perlu dibahas dalam memfasilitasi investasi ya kami akan lakukan hal tersebut," ujarnya ditemui di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Sebagaimana diketahui, belakangan ini beberapa pengiriman nickel pig iron (NPI) dari Indonesia diketahui dilaporkan tertahan karena harus menjalani pengujian tambahan terkait kandungan unsur logam tanah jarang (LTJ).
Menanggapi hal tersebut, Rizwan menegaskan pemerintah berharap hilirisasi tidak berhenti pada produk antara, tetapi berlanjut hingga pengolahan komoditas yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
"Jadi semua komoditas yang ada baik mineral, batubara, dan yang lainnya bisa diolah peningkatan nilai tambahnya dilakukan di Indonesia. Dari tahap awal sampai tahap hilir. Gak hanya yang masih tahap-tahap awal aja. Seperti kalau di Nickel kan, NPI atau mungkin yang MHP itu kan masih di tahap awal. Harapannya bisa tumbuh ekosistemnya," katanya.
Adapun saat disinggung apakah perusahaan juga akan didorong mengembangkan pengolahan LTJ yang terkandung dalam produk mineral, Rizwan menjawab hal tersebut merupakan arah yang diinginkan pemerintah ke depan.
"Jadi jangan sampai itu hanya dalam bentuk mentah itu di ekspor atau di apa. Jadi bisa diolah lebih lanjut. Karena kan memang mungkin LTJ cukup strategis dalam konteks industri pertahanan atau mungkin industri-industri lain," ujarnya.
(ven/wur) Add
source on Google