CLOSE AD
MARKET DATA

Purbaya Ungkap DJBC-Barantin Rancang Pertahanan Non Militer, Apa Itu?

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
24 July 2026 17:25
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juli 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengadakan pertemuan khusus dengan Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding hari ini, Jumat (24/7/2026).

Dalam pertemuan itu, keduanya membahas strategi pertahanan non militer. Model pertahanan yang dimaksud ialah penguatan sistem karantina, khususnya dalam mencegah masuknya hama dan penyakit.

Seusai pertemuan, Purbaya menjelaskan, upaya strategi pertahanan non militer itu akan dilakukan dengan cara penguatan kerja sama pengawasan masuknya barang antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan Barantin.

"Dulu kan ada pengawasan bersama Balai Karantina dengan memanfaatkan fasilitas Bea Cukai, jadi bareng. Cuma waktu itu kan mereka belum siap, jadi ditunda," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Purbaya menegaskan, operasi pengawasan bersama nantinya akan dikukuhkan melalui penerbitan peraturan khusus, sehingga ketika memantau barang masuk kawasan tanah air bisa turut memanfaatkan fasilitas pemindaian DJBC.

"Jadi saya usulin mereka ikut monitor scanner kita kita biar mereka bisa lihat juga ada barang-barang yang macam-macam gitu, barang petanian dan lain-lain, daging, segala macam ada di situ. Bagus, saya pikir nanti kita jalankan," ucap Purbaya.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tetangga RI Jadi Basis Senjata Baru AS, Trump Siapkan Kekuatan Tempur


Most Popular
Features