Belanja Pemerintah Rp1.298,6 TSelama Semester I-2026, Buat Apa Saja?
Jakarta, CNBC Indonesia - Anggaran belanja pemerintah pusat hingga semester I-2026 telah terkucur senilai Rp 1.298,6 triliun, naik sekitar 29,4% bila dibandingkan realisasi yang sama tahun sebelumnya Rp 1.003,6 triliun.
Realisasi pencairan belanja pemerintah pusat itu setara dengan 41,2% dari pagunya yang telah ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar Rp 3.149,7 triliun.
Belanja pemerintah pusat menjadi komponen terbesar dari total belanja negara yang senilai Rp 1.656 triliun per akhir Juni 2026, atau naik 17,8% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 1.406 triliun.
Adapun pagu belanja negara pada 2026 mencapai Rp 3.842,7 triliun, memang jauh lebih tinggi dibandingkan pagu dalam APBN 2025 yang sebesar Rp 3.621,3 triliun.
"Belanja negara terus dioptimalkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers realisasi APBN, dikutip Kamis (23/7/2026).
Tumbuh tingginya realisasi khusus belanja pemerintah pusat didorong oleh peningkatan belanja kementerian atau lembaga (K/L) yang sudah mencapai Rp 658,9 triliun dari semester I-2026, jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 470,5 triliun.
Bahkan, belanja K/L pada semester I-2026 ini mampu melampaui belanja non K/L yang sebesar Rp 639,7 triliun dari sebelumnya Rp 533 triliun. Dalam lima tahun terakhir, komponen belanja non K/L sebetulnya selalu mendominasi belanja pemerintah pusat, namun menjadi berbeda pada tahun ini.
Adapun rincian dari belanja K/L yang telah cair Rp 658,9 triliun dari pagu Rp 1.510,5 triliun dipengaruhi oleh gelontoran belanja untuk pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), penyaluran bansos, pembangunan infrastruktur, hingga pembayaran THR dan gaji ke-13.
Sementara itu, untuk belanja non K/L yang cair RP 639,7 triliun dari total pagu Rp 1.639,2 triliun telah digunakan untuk pembayaran manfaat pensiun, subsidi, hingga kompensasi BBM dan listrik.
(arj/arj) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]