Internasional

Nyamuk Bikin Pening Satu Negara, Pemerintah Terjunkan Militer

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 21/07/2026 16:35 WIB
Foto: Petugas militer Sri Lanka (REUTERS/Dinuka Liyanawatte)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nyamuk membuat pening satu negara. Hal ini setidaknya terjadi di Sri Lanka.

Mengutip Reuters, Selasa (21/7/2026), layanan kesehatan masyarakat dan rumah sakit negeri itu sedang berjuang melawan demam berdarah. Wabah yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti itu kini menjadi yang terburuk hampir satu dekade.

Karenanya otoritas kesehatan meminta bantuan angkatan bersenjata negara kepulauan itu untuk membantu menekan penyebaran penyakit tersebut. Upaya tersebut mencakup berbagai hal, mulai diterjunkannya drone angkatan udara yang melacak genangan air di atap rumah setelah hujan monsun hingga petugas militer dan polisi yang membantu memeriksa rumah, lokasi pembangunan, dan sekolah dalam kampanye untuk memberantas tempat perkembangbiakan nyamuk.


"Ini menantang bagi para dokter karena terjadi peningkatan pasien yang cepat," kata konsultan Lalindra Dias di Negombo, salah satu daerah yang paling parah terkena dampak, yang terletak sekitar 35 km (22 mil) di utara kota utama Kolombo.

"Tiba-tiba, terjadi lonjakan besar pasien yang datang ke rumah sakit," tambahnya.

Mengutip data kementerian sejak Januari hingga kini, kasus infeksi demam berdarah di Sri Lanka mencapai 76.044. Hingga kini ada 53 kematian tercatat.

Jumlah penderita dilaporkan meningkat karena strain yang lebih ganas. Sekitar 75% kasus terkait dengan strain DENV-2 yang penyebarannya sangat cepat.

Kini, rumah sakit umum distrik merawat hampir 1.800 penderita dalam waktu kurang dari dua bulan sejak Juni, meningkat dari sekitar 1.050 pada tahun 2025. Di Juli ini, rumah sakit menambah tempat tidur, mengubah bangsal untuk merawat pasien, dan meningkatkan jam kerja dokter serta perawat dalam upaya menangani lonjakan lebih dari 18.000 kasus dalam dua minggu.

"Petugas kesehatan masyarakat kewalahan hingga batas kemampuan mereka," kata pelaksana tugas direktur jenderal Unit Pengendalian Demam Dengue Nasional, Kapila Kannangara.

"Jumlah pasien tinggi, dan tingkat keparahan kasusnya juga tinggi," tambahnya.

Militer Diterjunkan

Sementara itu, militer diterjunkan pemerintah untuk melakukan bersih-bersih di wilayah yang paling terdampak. Mereja juga menyisir lokasi dari rumah ke rumah hingga lembaga keagamaan untuk menghilangkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk.

"Dengan bantuan drone yang membantu petugas kesehatan masyarakat mengidentifikasi atap-atap tempat air menggenang serta memantau area yang lebih luas, angkatan udara juga membantu staf yang kewalahan di beberapa rumah sakit umum untuk melacak pasien,' kata Kementerian K"esehatan.

Hampir 11.000 tempat perkembangbiakan nyamuk telah dibersihkan bulan ini, dengan denda dikenakan pada lebih dari 4.000 tempat yang ditemukan menampung nyamuk," tambahnya.

Untuk mengurangi tekanan pada rumah sakit, dokter menyarankan mereka yang memiliki gejala ringan untuk pulih di rumah. Pihak berwenang juga mempertimbangkan untuk beralih ke vaksin demam berdarah, meskipun para ahli telah memperingatkan bahwa vaksin tersebut mungkin memberikan manfaat terbatas karena virusnya kompleks dan beberapa strain beredar.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Babinsa dan Bhabinkamtibmas Tarik Pajak, Ini Kata Dirjen Pajak