MARKET DATA
INTERNASIONAL

2 Kapal Tanker Meledak di Hormuz, Garda Revolusi Islam Buka Suara

luc,  CNBC Indonesia
20 July 2026 14:34
Warga beraktivitas di pesisir Bandar Abbas, Iran, sementara sebuah kapal terlihat melintas di Selat Hormuz, Sabtu (31/5/2026). Jalur pelayaran strategis ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia karena dilalui sebagian besar ekspor mi
Foto: via REUTERS/Amirhosein Khorgooi/ISNA

Jakarta, CNBC Indonesia - Situasi di Selat Hormuz semakin memburuk dengan munculnya laporan ledakan dua kapal tanker minyak, penurunan lalu lintas kapal, hingga lonjakan harga minyak dunia yang menembus US$90 per barel, pada saat yang sama, Kuwait melaporkan fasilitas desalinasi airnya diserang untuk hari kedua berturut-turut.

Dilansir Reuters, pemerintah Kuwait pada Senin (20/7/2026) menyatakan bahwa salah satu pabrik desalinasi air kembali menjadi sasaran serangan yang memicu kebakaran. Pemerintah menyebut insiden tersebut sebagai serangan langsung terhadap infrastruktur sipil yang sangat vital.

Serangan terbaru itu terjadi ketika kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global melalui Selat Hormuz terus meningkat. Ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran melanjutkan konfrontasi terbuka usai saling menuding telah berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Di laut, badan pengawas pelayaran Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), melaporkan pada Minggu malam bahwa pihaknya menerima informasi mengenai sebuah kapal yang terbakar tidak jauh dari pesisir Oman.

Namun, UKMTO menyatakan belum dapat memverifikasi penyebab kebakaran tersebut.

Sementara itu, Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeklaim pada Senin bahwa dua kapal tanker minyak mengalami ledakan dan tidak dapat melanjutkan pelayaran setelah mencoba melintasi jalur selatan Selat Hormuz yang disebut Iran sebagai rute tidak aman.

IRGC menuduh kapal-kapal tersebut menggunakan jalur tersebut atas dorongan militer AS.

Dalam pernyataannya, Garda Revolusi juga tidak mengungkap identitas kapal, bendera negara asal, jumlah awak, maupun apakah terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Iran menegaskan jalur pelayaran di Selat Hormuz akan tetap berbahaya selama apa yang mereka sebut sebagai "agresi" Amerika Serikat di kawasan masih berlangsung.

"Jalur ini tidak akan aman untuk transit produk petrokimia, bahkan tidak untuk satu tetes minyak dan gas," demikian pernyataan Garda Revolusi Iran.

Adapun data LSEG menunjukkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz terus menurun. Sebanyak empat kapal melintasi selat tersebut pada Minggu, turun dibanding delapan kapal sehari sebelumnya.

Meski demikian, sejak Jumat sedikitnya tiga kapal tanker pengangkut produk minyak serta satu kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar (Very Large Crude Carrier/VLCC) telah memasuki Selat Hormuz untuk memuat minyak.

Meningkatnya risiko terhadap jalur distribusi energi global turut mendorong harga minyak dunia melonjak. Harga minyak pada Senin naik sekitar 2% hingga diperdagangkan di atas US$90 per barel.

Di tengah meningkatnya konflik, militer Amerika Serikat juga melaporkan tambahan korban jiwa.

Militer AS pada Minggu mengumumkan seorang personel tewas pada Sabtu di Irak utara, lokasi yang menjadi salah satu pangkalan militer Amerika di kawasan. Korban meninggal saat melakukan peledakan terkendali terhadap puing-puing drone serang Iran yang sebelumnya berhasil dijatuhkan.

Sebelumnya, militer AS juga melaporkan dua personel tewas di Yordania dan seorang lainnya dinyatakan hilang dalam tugas.

Pada Minggu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan telah menemukan "jenazah yang belum dapat diidentifikasi" di lokasi serangan pada Jumat.

"Proses pemeriksaan untuk memverifikasi identitas jenazah tersebut masih berlangsung," kata CENTCOM.

Dengan laporan korban terbaru tersebut, jumlah personel militer Amerika Serikat yang tewas sejak perang dimulai kini mencapai 17 orang, sementara lebih dari 420 personel lainnya mengalami luka-luka.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mantap! Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz


Most Popular
Features