MARKET DATA

Tandatangani Pendirian WAICO, RI Masuk Organisasi AI Dunia

Robertus Adrianto,  CNBC Indonesia
16 July 2026 17:16
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara 20th Anniversary Celebration of the China Chamber of Commerce in Indonesia, Jumat (9/1/2026), (Dok. ekon.go.id)
Foto: Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara 20th Anniversary Celebration of the China Chamber of Commerce in Indonesia, Jumat (9/1/2026), (Dok. ekon.go.id)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin delegasi Indonesia dalam kunjungan kerja ke Shanghai, China, pada 16 hingga 19 Juli 2026.

Agenda utama kunjungan kerja strategis ini adalah penandatanganan perjanjian pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) Guna mendorong percepatan transformasi digital dan mendukung penguatan ekosistem industri nasional.

"Keterlibatan Indonesia sebagai salah satu penandatangan pertama dalam pembentukan organisasi ini menegaskan komitmen proaktif Pemerintah untuk memastikan Indonesia berperan sebagai subjek utama dalam konstelasi ekonomi digital dunia, bukan sekadar menjadi pasar," kata Menko Airlangga di Shanghai dikutip dari siaran pers, Kamis (16/7/2026).

WAICO merupakan organisasi internasional yang diinisiasi sebagai wadah untuk merumuskan tata kelola, standar etika, dan kolaborasi pengembangan Artificial Intelligence (AI) di tingkat global.

Keikutsertaan Indonesia di dalam WAICO ini merupakan tindak lanjut atas komitmen kerja sama bilateral di bidang ekonomi digital, yang sebelumnya telah ditandatangani pada 2022 oleh Menko Airlangga dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao.

Penandatanganan pendirian WAICO ini diproyeksikan akan memberikan dorongan yang signifikan bagi upaya Pemerintah dalam menjadikan sektor ekonomi digital sebagai mesin utama penggerak dan pendorong pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

Lebih dari sekadar seremoni penandatanganan, kunjungan kerja tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis, mengamankan komitmen investasi, serta mendorong kolaborasi dalam transfer teknologi di sektor kecerdasan buatan (AI), infrastruktur telekomunikasi, dan robotika canggih bersama sejumlah perusahaan terkemuka China.

Momentum bersejarah di Shanghai ini juga akan dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi pola investasi bilateral menuju sektor-sektor bernilai tambah tinggi.

Dalam beberapa tahun terakhir, China secara konsisten menjadi salah satu sumber investasi terbesar bagi Indonesia. Pada 2025, nilai investasi China di Indonesia tercatat mencapai USD7,5 miliar. Jika diakumulasikan dengan nilai investasi dari Hong Kong yang menyentuh angka USD10,6 miliar, total Penanaman Modal Asing (PMA) dari kedua wilayah tersebut menempati peringkat pertama dan menjadi yang terbesar secara nasional.

Selain hubungan investasi yang semakin erat, kemitraan ekonomi Indonesia dan China juga ditopang oleh hubungan perdagangan yang terus tumbuh. China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia, dengan komoditas utama ekspor Indonesia antara lain produk mineral, besi dan baja, nikel, minyak nabati, serta bijih logam.

Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD167,36 miliar, berdasarkan data dari General Administration of Customs of China (GACC). Sementara itu pada periode Januari-Juni 2026 neraca perdagangan menunjukkan surplus untuk Indonesia sebesar USD5,6 miliar.

Investasi China di Indonesia masih didominasi oleh sektor industri dasar, seperti industri logam dan ketenagalistrikan. Melalui penandatanganan WAICO ini, pemerintah menargetkan adanya lompatan aliran modal yang signifikan ke sektor industri berteknologi tinggi yang mampu memperkuat transformasi ekonomi nasional, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

Sebagai tindak lanjut dari upaya tersebut, Menko Airlangga dijadwalkan akan menggelar serangkaian pertemuan bisnis dan promosi investasi secara langsung dengan jajaran pimpinan sejumlah perusahaan teknologi terkemuka China, antara lain ByteDance, Unitree, Deep Robotics, dan FiberHome.

"Pertemuan ini diharapkan menghasilkan peluang kerja sama konkret yang dapat mempercepat pengembangan ekosistem industri teknologi tinggi, memperluas transfer pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat daya saing industri nasional," tegas Menko Airlangga.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article PHR Raih Apresiasi IOC Forum Berkat 4 Inovasi Ini


Most Popular
Features