MARKET DATA

Tak Cuma China, Pengusaha RI Mau Serbu Banyak Negara-Rebut Modal Asing

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
17 April 2026 11:50
Foto kolase bendera China dan Indonesia. (Dok Pixabay)
Foto: Foto kolase bendera China dan Indonesia. (Dok Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya menarik investasi asing ke Indonesia kini semakin agresif. Presiden Prabowo Subianto sendiri yang turun tangan melakukan kunjungan ke berbagai negara dan mengantongi sejumlah minat kerja sama investasi internasional.

Pengusaha pun enggan tinggal diam dan memilih strategi dengan membuka kantor perwakilan langsung di sejumlah negara kunci, dimulai dari Shenzhen, China.

Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan jemput bola pelaku industri untuk memperluas akses investor global, di tengah persaingan antarnegara yang makin ketat dalam memperebutkan modal asing.

"Pembukaan kantor perwakilan di Shenzhen, China, serta rencana ekspansi ke Singapura, Taiwan, Hong Kong, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Uni Emirat Arab, dan Rusia merupakan upaya konkret kami dalam membangun konektivitas langsung dengan pusat-pusat ekonomi dunia," kata Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana kepada CNBC Indonesia, Kamis (16/4/2026).

Kehadiran fisik di negara-negara tersebut dinilai penting untuk mempercepat komunikasi dan realisasi investasi ke kawasan industri di dalam negeri. Sehingga akan lebih mudah dalam menindaklanjuti nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati, dengan fokus memperkuat penetrasi pasar global, khususnya China.

Pengusaha menilai kondisi global saat ini justru membuka ruang bagi Indonesia untuk bersaing lebih kuat dalam menarik investor yang mencari pasar baru yang lebih stabil. Di tengah ketidakpastian global, termasuk meningkatnya tensi geopolitik di sejumlah kawasan, pelaku industri melihat adanya peluang baru bagi Indonesia untuk tampil sebagai alternatif tujuan investasi.

"Kami juga menyadari bahwa dinamika global saat ini, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, membawa tantangan tersendiri. Namun kami percaya, di balik setiap tantangan selalu ada peluang, Indonesia memiliki stabilitas, potensi, dan daya tarik yang kuat untuk menjadi tujuan investasi alternatif di tengah ketidakpastian global," kata Ma'ruf.

Sejumlah hasil awal pun mulai terlihat. HKI mengklaim sudah ada capaian investasi yang masuk sebagai buah dari pendekatan langsung tersebut, sekaligus menjadi dasar untuk memperluas langkah ke negara lain.

"Melalui kolaborasi erat dengan mitra internasional, kami telah mulai meraih sejumlah capaian investasi yang menjadi bukti bahwa langkah ini berada di jalur yang tepat. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk terus bergerak maju," sebut Ma'ruf.

(dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Investasi Rumah Sakit Melonjak di Akhir 2025, Nilainya Rp 8,2 T


Most Popular
Features