Internasional

Intelijen Israel Sebut Iran Susun Rencana Besar ke AS: Bunuh Trump

tps, CNBC Indonesia
Jumat, 10/07/2026 14:20 WIB
Foto: Donald Trump (REUTERS/Alkis Konstantinidis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Israel dilaporkan telah membagikan informasi intelijen terbaru kepada Amerika Serikat (AS) mengenai adanya rencana baru dari pihak Iran untuk membunuh Presiden Donald Trump. Laporan rahasia yang dibagikan pada pekan ini langsung memicu lonjakan ketegangan baru, tepat di saat kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara berada di ambang kehancuran total.

Mengutip laporan CNN International, Jumat (10/07/2026), dua sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan bahwa intelijen AS sebenarnya telah menangkap indikasi ancaman pembunuhan terhadap Trump dalam beberapa minggu terakhir. Namun, informasi terbaru dari Israel kali ini dinilai sangat krusial karena memuat peringatan yang jauh lebih spesifik mengenai sebuah plot pembunuhan baru yang sedang direncanakan oleh Teheran.


Meskipun rincian rencana tersebut belum sepenuhnya jelas dan belum diverifikasi secara independen oleh militer AS, ancaman ini langsung mendapat respons keras dari sang presiden. Gedung Putih menolak berkomentar lebih jauh dan langsung merujuk pada pernyataan teranyar Trump yang menegaskan bahwa dirinya kini menempati urutan teratas dalam daftar target pembunuhan Iran.

"Mereka ingin menghabisi pemimpin AS-yaitu saya," cetus Trump kepada wartawan.

"Saya berada di daftar apa pun. Saya melihat pagi ini saya ada di setiap daftar mereka. Dan sejauh ini, saya rasa saya agak beruntung, tapi mungkin itu tidak bertahan lama. Mereka adalah orang-orang jahat dan sakit. Dan kita harus membasmi kanker itu. Kanker itu. Anda tahu apa yang harus dilakukan? Anda harus memotong kanker itu sejak dini. Dan itulah yang saya rasakan," lanjut Trump menegaskan sikapnya.

Di sisi lain, sejumlah pejabat senior AS bersikap skeptis dan menduga bahwa laporan intelijen Israel tersebut merupakan bagian dari upaya terselubung untuk memengaruhi keputusan politik luar negeri Washington. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memang diketahui sangat meragukan jalur diplomasi yang ditempuh Trump dengan Iran, terlebih setelah massa di Teheran meneriakkan seruan kematian bagi Trump saat prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei akhir pekan lalu.

Kendati Trump sempat menyatakan bahwa kesepakatan damai telah berakhir menyusul aksi saling serang di Selat Hormuz, upaya diplomatik di balik layar dilaporkan masih terus berjalan demi mengejar target kesepakatan nuklir pada pertengahan Agustus nanti. Situasi di lapangan sendiri tetap diselimuti kewaspadaan tinggi, di mana kru kapal induk USS Abraham Lincoln kedapatan terus menyiagakan jet-jet tempur bersenjata lengkap untuk mengantisipasi perintah serangan udara dadakan sewaktu-waktu.


(tps/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Akhiri MoU Damai, AS Kembali Serang Iran