Fenomena Mengejutkan Muncul di RI, Banyak Korban PHK 2023 Lakukan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menghantui industri tekstil dinilai tidak selalu berakhir pada meningkatnya jumlah pengangguran. Di balik kondisi tersebut, terbuka peluang lahirnya pengusaha-pengusaha baru yang mampu membangun usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja.
Keberhasilan mantan buruh menjadi pengusaha tidak hanya ditentukan oleh modal awal, tetapi juga kemampuan mengikuti perubahan pola bisnis. Pemanfaatan teknologi digital dan keberanian mengembangkan kapasitas produksi menjadi faktor yang membedakan pelaku usaha yang mampu bertahan dan terus tumbuh.
"Dari buruh, naik jadi pelaku IKM. Dari yang digaji, jadi yang menggaji 2-5 orang," Ketua Umum Ikatan Masyarakat Industri Kecil dan Menengah Indonesia (IPKB) Nandi Herdiaman kepada CNBC Indonesia, Jumat (10/7/2026).
Peluang tersebut didukung oleh besarnya pasar dalam negeri yang masih terbuka lebar bagi produk tekstil dan konveksi lokal. Menurutnya, kebutuhan sandang akan terus ada sehingga menjadi modal bagi pelaku usaha baru untuk berkembang.
"Banyak alumni PHK tahun 2023 yang sekarang sudah memiliki 10 hingga 20 mesin jahit, mempunyai karyawan, dan berhasil masuk ke e-commerce. Kuncinya adalah mau belajar digital dan berani menginvestasikan pesangon ke mesin produksi," katanya.
Menurut Nandi, sektor IKM memiliki karakter yang berbeda dengan industri besar karena pertumbuhan usaha akan langsung diikuti dengan penyerapan tenaga kerja. Semakin banyak usaha baru yang berkembang, semakin besar pula peluang munculnya lapangan pekerjaan baru di daerah.
"IKM adalah sektor padat karya. Satu mesin jahit sama dengan satu lapangan kerja. Kalau seribu buruh PHK kemudian menjadi sekitar 300 IKM baru, artinya akan tercipta lebih dari 1.500 lapangan kerja baru lagi. Ini efek berantai," sebut Nandi.
Potensi tersebut hanya bisa diwujudkan apabila pasar dalam negeri tetap berpihak pada produk lokal. Dengan begitu, mantan pekerja yang memutuskan menjadi pelaku usaha memiliki ruang untuk tumbuh menjadi pengusaha yang lebih besar.
"Kami percaya IKM nasional punya potensi mandiri dan naik kelas. Bukti sudah ada, buruh pabrik yang di-PHK hari ini bisa menjadi pengusaha yang memiliki karyawan besok. Kalau 280 juta masyarakat Indonesia membeli produk buatan 280 ribu IKM Indonesia, kita tidak perlu takut PHK karena ekonomi akan berputar di dalam negeri sendiri," katanya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]