Internasional

Dua Tornado Sekaligus Porak-porandakan China, Korban Jiwa Berjatuhan

tps, CNBC Indonesia
Selasa, 07/07/2026 21:40 WIB
Foto: Tornado menghantam sebuah kota di China Timur. Akibat kejadian ini, 5 orang dilaporkan tewas. (Tangkapan Layar Video REUTERS/)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bencana alam kembar berupa dua amukan tornado dahsyat dilaporkan menyapu wilayah Provinsi Hubei, China bagian tengah, dan menewaskan sedikitnya 11 orang warga. Angin kencang dengan kecepatan ekstrem hingga 149 km/jam tersebut memorak-porandakan permukiman, menjungkirbalikkan barisan mobil di jalanan, serta merobek paksa atap-atap gedung bertingkat.

Mengutip laporan Reuters, Selasa (7/7/2026), badan penanggulangan darurat Hubei mencatat badai dahsyat berdurasi empat jam pada Senin (6/7/2026) malam ini menerjang kota Huangshi, Huanggang, Ezhou, dan Xianning. Hingga saat ini, otoritas berwenang melaporkan bahwa sedikitnya satu orang warga setempat dinyatakan masih hilang dan dalam proses pencarian intensif.

Tayangan video dari stasiun televisi pemerintah CCTV memperlihatkan petugas penyelamat di Huanggang tengah memeriksa kabin truk yang hancur akibat hantaman lembaran baja atap bangunan. Rekaman lain menampilkan mobil putih yang ringsek setelah terlempar menghantam tiang lampu jalan di tengah kepungan puing-puing logam yang bengkok.


Pakar biro meteorologi Hubei, Wang Xiaoling, mengungkapkan bahwa fenomena angin puting beliung ini merupakan peristiwa yang sangat langka di wilayah pusat industri otomotif dan teknologi tersebut. Berdasarkan catatan data cuaca setempat, bencana angin tornado terakhir yang pernah melanda provinsi tersebut terjadi pada Mei 2021 silam.

Selain wilayah Hubei, bencana tanah longsor akibat cuaca buruk juga melanda wilayah pegunungan di Provinsi Gansu, China bagian barat, yang menyapu total 33 orang warga. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa 16 orang di antaranya dilaporkan masih hilang menyusul insiden tanah longsor yang terjadi pada dini hari tersebut.

Merespons rentetan bencana hidrometeorologi ini, Presiden China Xi Jinping langsung mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran terkait di pemerintahan. Jinping menyerukan dilaksanakannya segala upaya habis-habisan demi menyelamatkan seluruh warga yang terdampak oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut.

Kondisi darurat China diprediksi akan semakin parah mengingat negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini juga sedang bersiap menghadapi ancaman Topan Super Bavi di Pasifik. Badai raksasa tersebut kini sedang bergerak mendekati wilayah Taiwan dan diproyeksikan akan melakukan pendaratan (landfall) di sepanjang pesisir timur daratan China pada akhir pekan ini.

Pemerintah Taiwan sendiri memperkirakan Topan Super Bavi akan mulai berdampak pada hari Jumat dengan puncak tiupan angin kencang serta curah hujan ekstrem pada hari Sabtu. Sekretaris Jenderal Kabinet Taiwan, Xavier Chang, menyatakan bahwa badai ini berpotensi membawa curah hujan tinggi hingga melebihi satu meter di beberapa titik pulau

"Hampir 29.000 personel militer saat ini telah disiagakan penuh untuk membantu upaya penyelamatan dan bantuan darurat," tulis Chang melalui akun Facebook pribadinya.

Badan meteorologi Taiwan memperkirakan kekuatan Topan Bavi akan sedikit melemah saat mendekati wilayah utara pulau tersebut, namun ukurannya diprediksi tetap besar dan berbahaya. Sebelum bergerak menuju China dan Taiwan, topan ini tercatat sempat menghantam wilayah Guam, Tinian, Saipan, dan Rota dengan embusan angin destruktif yang mencapai kecepatan hingga 289 km/jam.


(tps/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Breaking! Palu Diguncang Gempa Magnitudo 6,7