MARKET DATA
Internasional

Petaka Hantam "Surga Dunia", Banjir Bandang & Salju Lumpuhkan Pulau

Thea Fathanah Arbar,  CNBC Indonesia
17 March 2026 03:00
Ombak besar menerjang dekat Capitola, California, Kamis, 28 Desember 2023. Ombak dahsyat bergulung ke pantai-pantai di Pesisir Barat dan Hawaii saat gelombang besar yang ditimbulkan oleh badai Samudra Pasifik mendorong ke arah garis pantai. (AP Photo/Nic Coury)
Foto: Ombak besar menerjang dekat Capitola, California, Kamis, 28 Desember 2023. Ombak dahsyat bergulung ke pantai-pantai di Pesisir Barat dan Hawaii saat gelombang besar yang ditimbulkan oleh badai Samudra Pasifik mendorong ke arah garis pantai. (AP/Nic Coury)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hujan deras yang dipicu badai kuat melanda wilayah Hawaii sejak akhir pekan, memicu banjir bandang, tanah longsor, hingga badai salju di sejumlah pulau. Puluhan ribu warga dilaporkan kehilangan aliran listrik saat curah hujan ekstrem terus mengguyur kawasan tersebut.

Badan manajemen darurat setempat melaporkan hujan turun dengan intensitas antara 1 hingga 2 inci per jam atau sekitar 2,5-5 cm per jam di wilayah Maui, Molokai, dan Pulau Besar Hawaii. Kondisi tersebut menyebabkan banjir bandang di sejumlah wilayah sejak beberapa hari terakhir.

Menurut National Weather Service (NWS), badai terparah memang telah berlalu, namun hujan masih terus berlangsung. Peringatan banjir tetap diberlakukan untuk Maui dan Pulau Hawaii hingga Minggu malam, disertai peringatan angin kencang di sejumlah daerah.

"Angin sekuat ini dapat membuat mengemudi dan berjalan kaki menjadi berbahaya. Angin juga dapat membuka pintu dengan paksa atau membantingnya hingga menyebabkan cedera," demikian peringatan NWS dalam prakiraannya, seperti dikutip The Guardian, Senin (16/3/2026).

Bupati Maui County, Richard Bissen, mengatakan beberapa wilayah di Maui menerima lebih dari 20 inci atau sekitar 51 cm curah hujan hanya dalam 24 jam terakhir.

"Kami melihat banjir, tanah longsor, lubang runtuhan, puing-puing, dan kabel listrik yang tumbang di seluruh wilayah," kata Bissen dalam unggahan media sosialnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang saling membantu di tengah bencana.

"Mahalo karena terus saling menjaga satu sama lain," ujarnya.

Situs pemantau pemadaman listrik PowerOutage.us mencatat lebih dari 35.000 pelanggan listrik di Hawaii masih mengalami pemadaman hingga Minggu siang.

Sejumlah rekaman video yang dibagikan otoritas menunjukkan jalan yang ambruk, kendaraan terjebak banjir, serta arus air deras yang melanda permukiman. Garda Nasional dan petugas pemadam kebakaran dilaporkan telah melakukan beberapa operasi penyelamatan.

Salah satu warga Maui, Tom Bashaw, mengatakan sebagian rumahnya di Lembah Iao hanyut setelah air sungai meluap.

"Ketika pohon mangga dan pohon monkey pod di sekitar rumah kami mulai hanyut, kami langsung mengemas barang-barng kami," kata Bashaw kepada media lokal. Saat kembali ke rumah keesokan harinya, ia mendapati "seluruh bagian belakang rumah sudah hilang".

Badai Kona, badai khas Hawaii yang terbentuk dari angin barat, juga membawa salju tebal di dataran tinggi Pulau Besar. Laporan menunjukkan salju mencapai hingga 20 inci atau sekitar 50 cm di puncak gunung.

Di puncak Mauna Kea, salju dan es bahkan membuat kamera pemantau milik NASA berhenti berfungsi pada Minggu.

Seorang warga Maui yang juga pialang properti, Jesse Wald, mengatakan kerusakan terlihat di berbagai titik, termasuk jalan pesisir yang runtuh akibat tergerus air.

"Selama 20 tahun saya tinggal di sini, saya belum pernah melihat hujan sebanyak ini," kata Wald. "Rasanya seperti badai petir di Wisconsin, tetapi 10 kali lebih dahsyat."

(tfa/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Malapetaka! Badai Melissa Kategori 5 Dekati Amerika, Negara Siaga


Most Popular
Features