Sulap Merauke Jadi Lumbung Padi, Ribuan Hektare Lahan Dijadikan Sawah

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Senin, 06/07/2026 13:15 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Merauke, CNBC Indonesia - Papua selama ini lekat dengan sagu sebagai salah satu sumber karbohidrat utama masyarakat. Namun kini Merauke menjadi pusat program cetak sawah padi han itu terlihat dari besarnya porsi proyek pertanian yang masuk ke Merauke.

Dalam acara Tanam Padi Bersama di Distrik Semangga, Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026), Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengungkapkan, dari total 84 ribu hektare cetak sawah yang sudah dilakukan di seluruh Tanah Papua, sebanyak 48 ribu hektare berada di Kabupaten Merauke. Artinya, lebih dari separuh program cetak sawah di Papua saat ini terpusat di wilayah tersebut.

"Ternyata dari 84 ribu hektare cetak sawah yang sudah dilakukan di seluruh tanah Papua, itu ternyata 48 ribu hektarnya ada di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan," kata Apolo, dikutip Senin (6/7/2026).


Tak hanya cetak sawah, konsentrasi program di Merauke juga terlihat dari pelaksanaan optimalisasi lahan atau oplah. Dari total 54 ribu hektare oplah yang dijalankan di seluruh Tanah Papua sepanjang 2024 hingga 2026, sebanyak 53 ribu hektare di antaranya berada di Kabupaten Merauke.

"Jadi lebih dari 50 persen cetak sawah yang dilakukan di seluruh tanah Papua, itu ada di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Itu untuk cetak sawah," bebernya.

"Sedangkan untuk optimalisasi lahan atau oplah, yang dilakukan sejak tahun 2024, 2025, dan 2026 di seluruh tanah Papua, itu jumlahnya 54 ribu hektare. Dan ternyata dari 54 ribu hektare tersebut, 53 ribu hektarnya ada di Kabupaten Merauke, di Provinsi Papua Selatan," sambung dia.

Menurut Apolo, angka itu menunjukkan Merauke kini menjadi titik utama pengembangan produksi pangan di Papua. "Jadi hampir 99 persen program optimalisasi lahan atau oplah di tanah Papua, itu berada di Kabupaten Merauke," lanjutnya.

Besarnya perhatian pemerintah pusat ke Merauke, kata dia, diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat produksi pangan, bukan hanya untuk Papua Selatan, tetapi juga untuk kawasan Papua secara lebih luas.

"Mudah-mudahan dengan perhatian pemerintah dan negara kepada Provinsi Papua Selatan, secara khusus di Kabupaten Merauke, akan memberikan manfaat yang optimal bagi pertumbuhan ekonomi, terutama bagi produksi pangan. Bahkan kita bisa menjadi pengekspor beras di wilayah Papua, maupun di wilayah Indonesia di masa yang akan datang," kata Apolo.

Senada, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan kabupatennya memang memiliki ruang besar untuk ekspansi pertanian. Dari total 4,6 juta hektare wilayah yang dimiliki Merauke, sekitar 1,2 juta hektare di antaranya akan diusahakan menjadi lahan pertanian produktif.

"Secara khusus di bidang pertanian, berdasarkan data-data yang kami miliki, lahan pertanian kita di Kabupaten Merauke sangat luas. Dari 4,6 juta hektar yang kami miliki, 1,2 juta hektar akan diusahakan untuk lahan pertanian yang produktif," ucap Yoseph dalam kesempatan yang sama.

Ia menjelaskan, program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan yang mulai digarap sejak tahun lalu kini sudah masuk tahap tanam. Dari total 17 ribu hektare lahan yang dikerjakan, sebanyak 3 ribu hektare di antaranya sudah ditanami pada tahun lalu. Tahun ini, luas tambah tanam dan produksi padi ditargetkan kembali meningkat.

Menurut Yoseph, saat ini ada 12 distrik atau kecamatan di Merauke yang sedang menjalankan program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan. Dengan tambahan areal tanam itu, produksi pertanian Merauke diproyeksikan melonjak tajam.

"Ada 12 distrik atau kecamatan di Kabupaten Merauke yang saat ini sedang melaksanakan cetak sawah rakyat, juga optimalisasi lahan, sehingga kalau kita kalkulasi, maka produksi pertanian kita di Kabupaten Merauke akan meningkat, bukan hanya 100%, tetapi hingga 300%," katanya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah ingin menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan di kawasan timur Indonesia. Untuk menopang target tersebut, Pemkab Merauke juga mengusulkan tambahan fasilitas pascapanen seperti rice milling unit (RMU) dan dryer agar peningkatan produksi diikuti kualitas hasil panen yang lebih baik.

"Kita akan melaksanakan secara kontinu program ini untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, tetapi juga untuk mencapai target pemerintah Republik Indonesia, menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan di kawasan timur Indonesia," ujar dia.

Petani di Kampung Candra Jaya, Distrik Kurik, Merauke, Papua Selatan. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Petani di Kampung Candra Jaya, Distrik Kurik, Merauke, Papua Selatan. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kementan Guyur Rp1,33 T untuk Lumbung Pangan Papua Selatan