6 Photos
Pemulung Terobos Kepulan Asap TPA Jatiwaringin untuk Mengais Rezeki
Meski TPA Jatiwaringin masih diselimuti asap kebakaran, sejumlah pemulung tetap mencari nafkah di tengah risiko paparan asap demi mengumpulkan besi bekas.
Kepulan asap masih menyelimuti Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (2/7/2026), meski upaya pemadaman telah dilakukan selama tiga hari terakhir. Di tengah kondisi tersebut, aktivitas sebagian pemulung tetap berlangsung demi mempertahankan mata pencaharian. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Salah satunya Adi (28), yang terlihat mengumpulkan sisa-sisa besi bekas dari gunungan sampah yang sebagian telah hangus terbakar. Kebakaran di TPA Jatiwaringin yang terjadi sejak Selasa (30/6/2026) hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Api masih menyala di sejumlah titik dan menghasilkan asap tebal yang menyelimuti area sekitar. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Menurut Adi, petugas pemadam kebakaran telah berupaya memadamkan kobaran api sejak hari pertama. Namun, kondisi tumpukan sampah dan luasnya area yang terbakar membuat proses pemadaman berjalan cukup sulit. Di tengah aroma menyengat dan paparan asap, Adi tetap memulung besi bekas yang masih memiliki nilai jual. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Besi-besi bekas meski sudah gosong masih laku," ujar Adi kepada CNBC Indonesia. Adi mengaku tidak memiliki pilihan pekerjaan lain sehingga tetap bekerja meski kebakaran belum sepenuhnya teratasi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Besi bekas yang berhasil dikumpulkannya dijual dengan harga sekitar Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram kepada pengepul. "Mau bagaimana lagi, selagi masih belum bahaya banget terus kita cari," katanya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Di tengah upaya petugas memadamkan api dan mengendalikan dampak lingkungan, sebagian masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas di TPA tetap bertahan mencari nafkah, meski harus menghadapi risiko paparan asap dan kondisi kerja yang tidak ideal. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
source on Google