MARKET DATA

Api Sudah Padam, Ini Kronologi Insiden Kebakaran SPBE LPG Bekasi

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
02 April 2026 10:45
Kondisi usai kebakaran melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Kondisi usai kebakaran melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pihak Kepolisian mengungkapkan kronologi kejadian kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bekasi Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro memastikan api yang sempat menimbulkan ledakan besar di lokasi kejadian tersebut kini telah berhasil dikendalikan oleh tim gabungan.

Dia menyebutkan bahwa insiden terjadi pada malam hari dan kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait pemicu pastinya.

"Jadi kalau kita melihat bahwasanya memang awal mula kebakaran mungkin kira-kira sekitar pukul 21:00. Ini karena adanya saat kemungkinan ya masih dalam penyelidikan, mungkin masalah waktu pengisian dan lain sebagainya kita masih mendalami itu," ujar Kusumo, dikutip Kamis (2/4/2026).

Kusumo menjelaskan bahwa proses pemadaman melibatkan peran serta dari pemadam kebakaran, personel TNI-Polri, hingga pemerintah kota setempat. Saat ini, para petugas di lapangan fokus menangani sisa-sisa api dan memastikan area benar-benar aman.

"Kemudian yang jelas di sini alhamdulillah api sudah bisa dikendalikan, tinggal api kecil-kecil saja. Di sini juga peran serta dari damkar, kemudian juga dari TNI-Polri dan juga pemerintah kota kita bersama-sama," tambahnya.

Kebakaran yang bersumber dari fasilitas pengisian tabung gas tersebut dipastikan sempat memicu rentetan ledakan yang cukup besar. Akibat lokasi pabrik yang saling menempel dengan area permukiman, sejumlah rumah penduduk yang berada di sekitar area SPBE ikut terdampak kobaran api.

"Ya memang kalau kita melihat bahwasanya ini memang dekat dengan area pemukiman sehingga memang ada beberapa rumah warga yang terdampak langsung yang itu yang di depan pabrik, samping dan sekitarnya itu memang seperti kita ketahui bersama itu terdampak," sebut Kusumo.

Namun, pihaknya belum melakukan pemanggilan saksi secara khusus karena prioritas utama adalah penyelamatan nyawa korban dan pengamanan lokasi. Terkait izin operasional SPBE yang berada di tengah lingkungan padat penduduk tersebut, Kusumo menyerahkan evaluasi lanjutannya kepada instansi terkait.

"Tentunya di sini kita utamakan adalah bagaimana menjaga keselamatan daripada warga sekitar. Bagaimana para korban-korban ini diutamakan untuk keselamatannya, memadamkan api, kemudian juga tentunya bagaimana untuk mendatakan, kita juga kita buat posko pendataan korban," tandasnya.

(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kebakaran Gedung Perumahan 4 Lantai Tewaskan 12 Orang


Most Popular
Features