Pantura Bakal Punya Tambak Nila Raksasa, Luasnya 13.046 Lapangan Bola

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Kamis, 02/07/2026 13:05 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto meninjau Tambak Budidaya Ikan Nila di BLUPPB, Karawang bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Instagram @prabowo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan revitalisasi tambak nila salin di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan total luasan mencapai sekitar 14.090 hektare atau setara 13.046 lapangan sepak bola. Program ini masuk dalam prioritas pemerintah untuk memperkuat produksi perikanan budidaya, sekaligus memperbaiki kualitas kawasan pesisir.

Untuk diketahui, luas lapangan bola pada umumnya adalah 10.800 meter persegi atau 1,08 hektare dengan dimensi panjang 120 meter dan lebar 90 meter. Bila dibandingkan, luasan tambak nila salin di Pantura 14.090 hektare maka setara dengan 13.046 lapangan sepak bola.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, revitalisasi tambak di Pantura menjadi salah satu langkah yang didorong pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai sumber pangan masa depan. Menurut dia, kebutuhan protein ikan akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dunia dan keterbatasan lahan pangan darat.


"Pada 2050 kebutuhan ikan akan semakin besar, sementara lahan pangan darat semakin terbatas. Karena itu sektor Kelautan dan Perikanan harus kita dorong sebagai sumber pangan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional," kata Trenggono dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di kantor pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Ia menegaskan, program revitalisasi tambak nila salin di Pantura Jawa disiapkan dengan skala besar agar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Tak hanya berorientasi pada produksi, program ini juga diklaim akan dibarengi dengan upaya pemulihan lingkungan pesisir.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di kantor pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026). ( Tangkapan layar dari YouTube resmi KKP) Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di kantor pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026). ( Tangkapan layar dari YouTube resmi KKP)

"Program prioritas berikutnya adalah revitalisasi tambak nila salin di Pantura, Jawa dengan total luasan kawasan mencapai kurang lebih 14.090 hektare, sehingga memberikan dampak ekonomi yang luas dan peningkatan kualitas pesisir. Karena mengintegrasikan program dengan rehabilitasi hutan mangrove, bagi masyarakat," ujarnya.

Program tersebut menjadi bagian dari agenda prioritas KKP di bawah kebijakan ekonomi biru. Pemerintah menilai pembangunan sektor kelautan dan perikanan perlu dimulai dari wilayah pesisir, untuk menopang ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan protein global.

Trenggono menyebut, laut merupakan sumber protein strategis yang harus dijaga keberlanjutannya. Karena itu, pembangunan perikanan tak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga ekosistem pesisir agar tetap sehat dalam jangka panjang.

Dengan model revitalisasi ini, tambak-tambak di Pantura tak hanya diharapkan menjadi sentra produksi nila salin, tetapi juga menjadi bagian dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir melalui integrasi dengan penanaman kembali mangrove.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ikan-Udang RI Bersaing di Pasar Ekspor, KKP Jamin Mutu-Standar