Dukung Industri Lokal, Pertamina Belanja Produk Dalam Negeri Rp531,5 T
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) mencatatkan penyerapan belanja Produk Dalam Negeri (PDN) sebesar Rp 531,5 triliun sepanjang tahun buku 2025. Realisasi tersebut menjadi upaya perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta memberikan dampak berganda bagi penguatan industri lokal di seluruh lini bisnis energi.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa pengutamaan produk domestik merupakan strategi perseroan untuk membangun kemandirian industri nasional. Ia menegaskan bahwa keterlibatan industri Tanah Air penting dalam mendukung seluruh operasional perusahaan dari sektor hulu hingga hilir.
"Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (2/7/2026).
Selain dukungan terhadap industri lokal, Pertamina membukukan pendapatan sebesar US$70,89 miliar atau setara Rp1.167,99 triliun dengan EBITDA sebesar US$11,43 miliar atau setara Rp188,33 triliun serta laba bersih sebesar US$3,35 miliar atau setara Rp55,20 triliun.
Perseroan juga menyetorkan kontribusi kepada negara senilai Rp 360,76 triliun yang berasal dari pembayaran pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta dividen.
"Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal bagi masyarakat, industri, serta berbagai sektor strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional," kata Simon.
Dari sisi pengembangan infrastruktur, perusahaan merealisasikan investasi di dalam negeri sebesar US$ 5,9 miliar atau setara Rp 97,20 triliun guna menjamin kedaulatan energi nasional.
Di sektor hulu, produksi migas tetap terjaga secara konsisten di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), sementara kilang Pertamina tercatat menyuplai sekitar 70% kebutuhan BBM nasional.
Simon menambahkan bahwa keberhasilan ini dicapai melalui pendekatan yang menitikberatkan pada aspek ketersediaan, aksesibilitas, serta keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat. Di saat yang sama, Pertamina juga terus memacu agenda dekarbonisasi yang berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO2e sepanjang tahun 2025 untuk mendukung target emisi nol bersih nasional.
(ven/arj) Add
source on Google