Harga Bensin Hingga Oli Mesin Naik Picu Inflasi 3,34% di RI

Robertus Adrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 01/07/2026 11:20 WIB
Foto: Seorang montir memperbaiki motor yang rusak terendam banjir di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/3/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan inflasi di Indonesia mengalami kenaikan pada Juni 2026, hingga mendorong inflasi tahunan ke level 3,34% year on year (yoy) atau mendekati target atas sasaran inflasi pemerintah di rentang 1,5%-3,5%.

Salah satu pemicunya ialah harga transportasi yang mengalami kenaikan, terutama akibat tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) hingga oli mesin. Inflasi kelompok pengeluaran transportasi mencapai 4,57% dengan andil 0,55%

"Inflasi pada kelompok transportasi ini disumbang kenaikan bensin, tarif angkutan udara dan juga pelumas atau oli mesin," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (1/7/2026).


BPS mencatat, khusus pada Juni 2026, tekanan inflasi pada komoditas bensin sudah mencapai 4,53% dengan andil 0,21%, tarif angkutan udara 6,11% dengan andil 0,05%, serta pelumas atau oli mesin 4,89% dengan andil 0,01%.

"Komoditas bensin mengalami inflasi karena penyesuaian harga BBM non subsidi dan sebanyak 2 kali pada bulan Juni, yaitu pada 1 JUni dan 10 Juni 2026," paparnya.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga BBM & Tiket Pesawat Naik, Inflasi Juni Tembus 3,44% (yoy)