MARKET DATA

RI Deflasi 0,14% pada Juli 2026, Didorong Harga Bawang & Cabai Merah

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
03 August 2026 11:19
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono saat menyampaikan rilis BPS pada Senin (3/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/BPS Statistics)
Foto: Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono saat menyampaikan rilis BPS pada Senin (3/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/BPS Statistics)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen mengalmai deflasi 0,14% secara bulanan (month to month/mtm) pada Juli 2026.

Adapun, inflasi tahunan mencapai 2,88% (year on year/yoy) dan inflasi kalender sebesar 1,65% (year to date/ytd) pada Juli 2026.

"Adapun kelompok pengeluaran pendorong deflasi terutama makanan, minuman, tembakau dengan deflasi 0,89% dan kelompok tersebut andil deflasi 0,26%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono, Senin (3/8/2026).

Ateng menjelaskan komoditas dominan mendorong deflasi adalah bawang merah dengan andil deflasi 0,11%, cabai merah dan rawit andil 0,06%, telur ayam ras dan tomat andil 0,03%, jeruk andil deflasi 0,02%.

Selain itu, juga kelompok perawatan pribadi memberikan andil deflasi 0,06%. Deflasi perawatan pribadi dan jasa lainnya didorong emas dan perhiasan 3,58% dan andil deflasi 0,08%

Di sisi lain, kelompok transportasi dan pendidikan mengalami inflasi signifikan pada Juli 2026. Kelompok transportasi inflasi 0,52% dan andil inflasi 0,06%.

"Komoditas dominan kelompok transportasi bensin andil 0,08%, sepeda motor dan oli mesin andil 0,01%," paparnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Harga Bawang - Emas Turun, RI Alami Deflasi 0,14% (mtm) di Juli


Most Popular
Features