MARKET DATA

Harga BBM-Biaya Sekolah Masih Tinggi Saat RI Dilanda Deflasi Juli 2026

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
03 August 2026 12:15
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono saat menyampaikan rilis BPS pada Senin (3/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/BPS Statistics)
Foto: Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono saat menyampaikan rilis BPS pada Senin (3/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/BPS Statistics)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya deflasi di Indonesia pada Juli 2026, sebesar 0,14%.

Di tengah kondisi deflasi atau turunnya harga-harga barang dan jasa secara umum, masih terdapat komoditas yang masih mengalami kenaikan harga alias inflasi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, komoditas yang masih mengalami inflasi di antaranya kelompok transportasi dan pendidikan.

"Pada Juli 2026 kelompok transportasi dan pendidikan inflasi signifikan," kata Ateng saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Ateng merincikan, kelompok transportasi inflasi 0,52% pada Juli 2026 dan andil inflasi 0,06%. Komoditas dominan kelompok transportasi yang menyumbang inflasi ialah bensin dengan andil 0,08%, dan sepeda motor serta oli mesin andilnya 0,01%.

Menurut Ateng, inflasi bensin yang terjadi pada Juli 2026 disebabkan masih tingginya harga BBM jenis Pertamax meski ada penurunan pada awal Juli 2026.

"Ini terutama disebabkan kondisi basenya yaitu Juni 2026. 1-9 Juni 2026 harga pertamax di Rp 12ribu-an sehingga Juli 2026 dibandingkan Juni 2026 harga lebih tinggi atau inflasi rata-rata bulanannya," papar Ateng.

Sedangkan untuk kelompok pendidikan, inflasinya mencapai 0,55% pada Juli 2026, dengan andil 0,03%.

"Komoditas dominan mendorong inflasi pendidikan terutama biaya sekolah SD, TK ,dan bimbel dengan andil masing-masing 0,1%," kata Ateng.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Pede Harga Pertamax Bakal Turun


Most Popular
Features