Peternak Teriak Usahanya Dicaplok Pengusaha Besar, Ini Respons Amran

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Selasa, 30/06/2026 19:10 WIB
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat ditemui di kantor Kementan, Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman merespons keluhan peternak ayam rakyat, yang meminta agar pelaku usaha besar tidak lagi memperluas bisnis budidaya ayam broiler.

Menurut Amran, sektor peternakan ayam rakyat harus diprioritaskan untuk peternak kecil, sehingga pemerintah akan memperketat masuknya investor besar ke sektor tersebut.

"Itu jangan sampai investor masuk ke sektor itu (peternakan ayam), itu untuk rakyat kecil. Kita perketat, kita setuju. Biar rakyat kecil bermain di peternakan ayam kecil," kata Amran saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (30/6/2026).


Saat ditanya kapan kebijakan tersebut akan ditindaklanjuti, Amran memastikan telah memerintahkan jajarannya untuk segera memprosesnya.

"Saya sudah minta tanya Dirjen (Peternakan dan Kesehatan Hewan/PKH Kementan), sudah saya minta ditindaklanjuti," ujarnya.

Sebelumnya, Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) mengungkapkan anjloknya harga ayam hidup bukan dipicu kebijakan impor bahan baku pakan, melainkan karena produksi ayam yang berlebih sehingga pasokan membanjiri pasar dan tidak diimbangi peningkatan permintaan.

Harga ayam di penjual turun drastis ke angka Rp 13.000/kg di pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (29/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Harga ayam di penjual turun drastis ke angka Rp 13.000/kg di pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (29/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Sekretaris Jenderal GOPAN Sugeng Wahyudi mengatakan, harga ayam hidup di kandang peternak saat ini hanya berkisar Rp14.000-Rp15.000 per kilogram (kg), jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang mencapai sekitar Rp20.000 per kg.

"Memang hari ini, suplai produksi ayam tidak diimbangi oleh peningkatan demand daging ayam. Yang terjadi kemudian, harga ayam hidup di kandang-kandang peternak tertekan," kata Sugeng kepada CNBC Indonesia.

Menurut Sugeng, salah satu akar persoalan adalah masih banyaknya pelaku usaha besar yang menjalankan budidaya ayam broiler. Di sisi lain, pasar masih bergantung pada penjualan ayam hidup sehingga kelebihan pasokan terus menekan harga di tingkat peternak rakyat.

"Saat ini hampir semua pelaku di industri memiliki budidaya ayam broiler, tanpa terkecuali. Sementara pasar yang diandalkan pasar ayam hidup, yang terjadi kemudian harga rendah di tingkat peternak tak terhindarkan," jelas dia.

Karena itu, GOPAN meminta pemerintah membatasi perluasan usaha budidaya ayam hidup, khususnya bagi perusahaan besar yang juga menguasai bisnis pakan dan day old chick (DOC).

"Termasuk perluasan usaha di sektor budidaya final stock ayam hidup juga dibatasi, begitu banyak pelaku-pelaku baru investasi tanpa memperhitungkan pasar. Terutama pelaku-pelaku besar yang menguasai pakan dan DOC (Day Old Chick)," ujarnya.

Akibat kondisi tersebut, peternak rakyat kini harus menanggung kerugian sekitar Rp5.000 per kg ayam yang dijual. Dengan biaya pokok produksi sekitar Rp20.000 per kg dan harga jual hanya Rp14.000-Rp15.000 per kg, usaha peternakan ayam dinilai semakin tertekan.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Ayam di Peternak Anjlok